CILEGON, JURNALKUHP.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon turut ambil bagian dalam program Birokrat Mengajar yang digelar di sejumlah SMP di Kota Cilegon, Senin 14 April 2025. Kepala DP3AP2KB Hj. Lia Nurlia Mahatama, ST., M.Si, menyebut program ini sebagai salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam dunia pendidikan, khususnya menyasar isu-isu yang menyentuh langsung kehidupan anak dan remaja.
“Kami sangat mengapresiasi program ini karena menjadi ruang strategis bagi pemerintah, khususnya kami di DP3AP2KB, untuk menyampaikan nilai-nilai penting seputar perlindungan anak, pencegahan kekerasan, dan pembinaan karakter sejak dini,” ujar Lia Nurlia usai mengajar di SMPN 2 Cilegon.
Dalam kesempatan mengajarnya di SMP Negeri 2 Cilegon, DP3AP2KB menyampaikan materi tentang pentingnya kesetaraan gender, pencegahan pernikahan dini, serta bahaya kekerasan terhadap anak dan remaja. Lia menekankan bahwa pendidikan karakter dan pemahaman tentang hak-hak anak harus ditanamkan sejak bangku sekolah menengah.
“Kami ingin anak-anak paham bahwa mereka punya hak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Ini bukan hanya tugas keluarga, tapi juga tanggung jawab negara melalui lembaga-lembaga seperti kami,” ungkapnya.
Menurut Lia, interaksi langsung birokrat dengan siswa menjadi metode yang efektif untuk memperkuat edukasi sosial di luar ruang kelas formal. “Mereka sangat antusias bertanya, berdiskusi, dan bahkan berbagi cerita pribadi. Ini pengalaman luar biasa yang memperlihatkan bahwa mereka sebenarnya butuh ruang aman untuk belajar dan menyampaikan pendapat,” ujarnya.
Ia juga berharap program Birokrat Mengajar ini dapat dilanjutkan secara rutin, bahkan tidak hanya di SMP, namun juga di jenjang SD dan SMA. “Semakin dini kita tanamkan nilai-nilai positif, maka akan semakin kuat generasi masa depan kita dalam menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.
Sebagai informasi, program Birokrat Mengajar merupakan salah satu dari 100 hari kerja Wali Kota Cilegon Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo. Program ini melibatkan delapan OPD serta BNN Kota Cilegon, dan dilaksanakan di empat SMP: SMPN 1, SMPN 2, SMPN 5, dan SMPN 7 Cilegon.
.Redaksi Jurnal KUHP























