CILEGON, JURNALKUHP.COM — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Dra. Hj. Heni Anita Susila, memaparkan capaian kinerja serta program strategis yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Paparan tersebut disampaikan dalam temu wawancara yang digelar di ruang kerjanya, Kamis (15/1/2026).
Heni menjelaskan, sepanjang 2025 Dindikbud Cilegon memfokuskan kinerjanya pada penguatan layanan pendidikan, pembangunan sarana prasarana, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan dan kebudayaan.

“Paparan ini menjadi bagian dari pertanggungjawaban kinerja sekaligus bahan evaluasi untuk penyusunan program di tahun berikutnya,” ujarnya.
Capaian kinerja tersebut meliputi pembangunan dan rehabilitasi bangunan sekolah, revitalisasi fasilitas pendidikan, pembangunan toilet dan pagar sekolah, serta pengadaan mebel dan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK), seperti laptop dan komputer. Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Setiap satuan pendidikan, lanjut Heni, secara bertahap telah difasilitasi minimal 15 unit laptop atau komputer. Selain itu, program penggantian mebel dengan sistem satu kursi satu meja juga terus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan belajar siswa, khususnya pascapandemi.
Di bidang layanan sosial pendidikan, Dindikbud Cilegon juga menjalankan program terapi bagi anak berkebutuhan khusus. Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi antrean atau waiting list yang cukup panjang seiring tingginya kebutuhan layanan.
Sementara itu, Program Gerakan Sekolah Kembali terus digencarkan untuk menjaring anak putus sekolah agar dapat kembali mengakses pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal melalui Paket A, B, dan C. Dalam program ini, Dindikbud bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik.
Heni menegaskan, berbagai program tersebut turut berkontribusi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cilegon, khususnya pada indikator pendidikan, seperti rata-rata lama sekolah dan penurunan angka buta huruf. Capaian tersebut juga diperkuat dengan adanya program beasiswa daerah yang terus berjalan.
“Semua ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memastikan akses dan kualitas pendidikan di Kota Cilegon semakin merata dan meningkat,” pungkasnya.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi























