Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaNasionalPemerintahPemkot CilegonPendidikan

Dindikbud Cilegon Dorong Guru Terus Berinovasi Lewat Pelatihan Strategi Pembelajaran Kreatif Bersama FKS Inspire

×

Dindikbud Cilegon Dorong Guru Terus Berinovasi Lewat Pelatihan Strategi Pembelajaran Kreatif Bersama FKS Inspire

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan, salah satunya melalui dukungan terhadap kegiatan pelatihan dan sharing strategi pembelajaran yang diselenggarakan oleh FKS Inspire, Sabtu (17/01/2026).

Kegiatan yang berlangsung di PT Bungasari Flour Mills, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon ini mengusung tema “Guru Kreatif, Siswa Aktif: Strategi Mengajar Numerasi, Literasi, dan Kelas Menyenangkan”, serta diikuti oleh 39 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru dari enam Sekolah Dasar Negeri di Kota Cilegon.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Keenam sekolah tersebut yakni SDN Tegalratu, SDN Ciwandan, SDN Tegal Kidondong, SDN Jangkar, SDN Cilegon 01, dan SDN Kebon Dalem.

Acara dibuka oleh panitia FKS Inspire, dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Betrice selaku perwakilan FKS Group. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Drg. Rully K., M.M., Kepala Seksi SD Dindikbud Kota Cilegon, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon.

“Saya ditugaskan untuk mewakili Ibu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon untuk hadir dan melihat langsung kegiatan hari ini,” ujar Drg. Rully dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa para guru harus terus menambah ilmu dan wawasan dari berbagai sumber, serta memiliki kesabaran dalam mendidik peserta didik.

“Tidak ada murid yang bodoh. Semua itu proses. Ada anak yang cepat menerima pelajaran, ada pula yang harus diulang berkali-kali. Di sinilah peran kesabaran dan keteladanan guru sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Drg. Rully juga menyampaikan kisah inspiratif Imam Syafi’i dalam mendidik murid-muridnya, sebagai refleksi pentingnya ketekunan dan doa dalam proses belajar mengajar.

“Imam Syafi’i pernah mengajarkan seorang murid sampai puluhan kali, bahkan dipanggil ke rumah untuk diajari secara privat. Ketika upaya maksimal telah dilakukan, beliau mengajarkan muridnya untuk berdoa langsung kepada Allah SWT sebagai sumber ilmu. Dan pada akhirnya, murid tersebut menjadi ulama besar,” tuturnya.

Menurutnya, kisah tersebut menjadi pelajaran penting bagi para pendidik untuk terus memberi motivasi kepada siswa agar tidak mudah menyerah dalam belajar.

Selain itu, ia menekankan pentingnya hubungan yang baik antara guru, siswa, dan orang tua.

“Prestasi akan lahir dari hubungan yang sehat antara sekolah, orang tua, dan siswa. Guru harus mengenal kondisi siswa, termasuk situasi di rumah, agar komunikasi dan dukungan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Materi dan Praktik Pembelajaran

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari kalangan pendidik sekolah internasional, yakni Nane Magdalena T., S.Pd., M.Pd., alumni Universitas Pelita Harapan, serta Al Hakim, S.Pd., alumni Universitas BINUS.

Adapun materi yang disampaikan meliputi:

  1. Manajemen kelas dan strategi mengajar
  2. Media pembelajaran yang menarik
  3. Metode pengajaran literasi dan numerasi
  4. Sistem dan kurikulum sekolah internasional

Selama kegiatan berlangsung, para narasumber mengajak peserta untuk aktif berdiskusi dan berinteraksi, serta memberikan contoh konkret kegiatan pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas agar proses belajar menjadi lebih menarik, tidak membosankan, dan melibatkan siswa secara aktif.

Guru juga diarahkan untuk melibatkan siswa dalam penyusunan aturan kelas beserta konsekuensi pelanggarannya, tidak memberikan label negatif kepada siswa, serta menghindari praktik yang dapat mengarah pada perundungan.

Sekolah Negeri Mampu Bersaing

Usai mengikuti kegiatan tersebut, Drg. Rully menyampaikan bahwa fasilitas sekolah negeri pada dasarnya tidak kalah dengan sekolah internasional.

“Ternyata fasilitas yang dimiliki sekolah negeri hampir sama dengan sekolah internasional. Tinggal bagaimana konsistensi penerapan aturan, menciptakan kelas yang aman dan nyaman, serta memaksimalkan media elektronik dan aplikasi gratis untuk pembelajaran yang menarik,” jelasnya.

Ia pun berharap, melalui pelatihan ini, para guru dapat semakin kreatif, inovatif, dan mampu bersaing, sehingga sekolah negeri dapat berkompetisi dengan sekolah internasional.

Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, para pendidik dari enam SD Negeri, serta FKS Group, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan mencetak siswa yang ceria, kreatif, serta berprestasi.

 

Redaksi.

Example 120x600