Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaLaporan KhususMediaNasionalPemerintahPERSSosial

Diduga, Mobil Dinas Kelurahan Gunung Sugih Digunakan untuk Kepentingan Pribadi dengan Mengganti Pelat Nomor

×

Diduga, Mobil Dinas Kelurahan Gunung Sugih Digunakan untuk Kepentingan Pribadi dengan Mengganti Pelat Nomor

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON,JURNALKUHP.COM – Sejumlah aktivis dan warga Kota Cilegon menyoroti dugaan penyalahgunaan kendaraan dinas milik Kelurahan Gunung Sugih. Mobil yang seharusnya menggunakan pelat merah tersebut, diduga telah diganti menjadi pelat hitam dan digunakan untuk kepentingan pribadi di luar jam operasional kedinasan.

Dugaan ini mencuat setelah beberapa warga melihat kendaraan operasional kelurahan tersebut melintas dengan pelat nomor hitam—yang lazim digunakan pada kendaraan pribadi. Perubahan pelat nomor ini menimbulkan kecurigaan bahwa kendaraan tersebut tidak lagi digunakan sesuai fungsinya sebagai aset pemerintah.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Menurut informasi dari sejumlah sumber di lapangan, modus ini diduga kuat dilakukan untuk mengakali aturan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite, yang kini dibatasi hanya untuk kendaraan pribadi. Dengan mengubah pelat menjadi hitam, kendaraan dinas tersebut dapat mengakses Pertalite di SPBU tanpa menimbulkan kecurigaan.

“Kalau kendaraan pelat merah sudah jelas tidak boleh pakai Pertalite, tapi kalau pelat hitam bisa lolos. Ini patut dicurigai sebagai upaya penyalahgunaan fasilitas negara,” ujar salah satu aktivis yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Gunung Sugih maupun pemerintah kota belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, kasus ini disebut masih dalam tahap penyelidikan awal oleh aparat yang berwenang.

Warga berharap ada tindakan tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum terhadap oknum yang terbukti menyalahgunakan kendaraan negara untuk kepentingan pribadi.

“Kami sebagai masyarakat menuntut transparansi dan akuntabilitas. Kalau benar ada pelanggaran, harus diproses secara hukum agar menjadi efek jera,” tegas seorang warga Gunung Sugih.

Kasus ini menambah deretan dugaan penyalahgunaan aset negara di tingkat kelurahan, dan diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh aparatur pemerintahan untuk menjaga integritas serta kepercayaan publik.

EDITOR : Jurnalkuhp.com

Example 120x600