CILEGON, JURNALKUHP.COM – Semangat untuk menjadikan Cilegon sebagai kota sehat kembali digaungkan pada Jumat, 25 April 2025. Tim Pembina Kota Sehat bersama Forum Kota Sehat Cilegon dengan penuh antusias menghadiri acara Verifikasi Dokumen Kota Sehat dan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di Gedung PUPR Provinsi Banten.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian menuju penghargaan Swasti Saba—penghargaan prestisius dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang diberikan kepada kabupaten/kota yang berhasil mewujudkan tatanan kehidupan sehat dan lingkungan bersih.
Dari seluruh wilayah di Provinsi Banten, hanya tiga daerah yang dinyatakan lolos untuk mengikuti penilaian tingkat pusat: Kota Cilegon, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Fakta ini menunjukkan bahwa Cilegon berada di barisan terdepan dalam hal pembangunan kesehatan berbasis partisipasi masyarakat dan sinergi antar sektor.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Hj. Ratih Purnamasari, M.K.M, dalam wawancaranya bersama redaksi JURNALKUHP.COM menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hasil kerja instan, melainkan buah dari komitmen panjang seluruh elemen masyarakat.
“Kami di Dinas Kesehatan hanya salah satu bagian dari gerakan besar menuju Kota Sehat. Ini adalah hasil kolaborasi seluruh OPD, forum masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, hingga warga di tingkat RT dan RW. Harapan kami, tahun ini Cilegon bisa kembali meraih Swasti Saba Wistara untuk ketiga kalinya. Tapi yang paling penting, semangat hidup sehat harus terus menjadi budaya,” ujarnya.
Swasti Saba Wistara adalah kategori tertinggi dalam penghargaan Kota Sehat. Cilegon sebelumnya telah dua kali berhasil meraih penghargaan ini, dan kini berjuang kembali untuk mencetak hat-trick. Poin penting dalam penilaian ini adalah keberhasilan kota dalam menerapkan berbagai tatanan sehat, mulai dari kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum, pangan dan gizi, hingga kehidupan masyarakat yang harmonis dan berdaya.
Menurut tim Forum Kota Sehat Cilegon, keterlibatan masyarakat dalam program STBM juga menjadi salah satu kekuatan utama. Program ini mendorong perubahan perilaku higienis dan sanitasi di masyarakat secara total, tanpa subsidi, serta mengutamakan pendekatan berbasis komunitas.
Harapan besar pun disematkan, bukan semata untuk mengejar penghargaan, tetapi agar semangat gotong royong dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan nyaman dapat terus hidup dalam setiap lapisan masyarakat.
“Semoga upaya, ikhtiar dan doa ini membawa hasil terbaik. Tapi apapun hasilnya nanti, yang terpenting adalah kita sudah bergerak bersama untuk menjadikan Cilegon kota yang sehat dan membanggakan,” pungkas drg. Ratih.
Dengan penuh semangat, Kota Cilegon kembali menegaskan komitmennya: wujudkan Kota Cilegon Sehat, demi masa depan yang lebih baik untuk semua.
.Redaksi JURNALKUHP.COM


























