CILEGON, JURNALKUHP.COM – Banjir kembali merendam permukiman warga di wilayah Sambirata, tepatnya di RT 006 RW 003, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.
Genangan air yang terjadi sejak Sabtu hingga Minggu (08/03/2026) tersebut dilaporkan belum juga surut dan membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari warga setempat, banjir diduga terjadi akibat tanggul di sekitar aliran sungai yang hingga saat ini belum selesai diperbaiki.
Kondisi tersebut menyebabkan air meluap ke permukiman warga saat debit air meningkat.
Sejumlah warga mengatakan, banjir mulai menggenangi kawasan tersebut sejak Sabtu dan masih bertahan hingga Minggu.
Bahkan hingga saat ini debit air masih cukup tinggi sehingga membuat warga khawatir jika hujan kembali turun, genangan air akan semakin meluas.
“Air sudah dua hari belum surut. Debitnya masih cukup deras dan kami khawatir akan semakin tinggi jika hujan turun lagi,” ujar salah seorang warga kepada awak media.
Banjir tersebut berdampak pada puluhan rumah warga yang berada di lingkungan RT 006 RW 003. Air yang meluap tidak hanya menggenangi jalan lingkungan, tetapi juga mulai masuk ke beberapa rumah warga sehingga memaksa mereka untuk mengamankan barang-barang berharga agar tidak rusak.
Warga menduga kondisi tanggul yang belum selesai diperbaiki menjadi salah satu penyebab utama banjir yang terus terjadi di kawasan tersebut. Saat debit air meningkat akibat curah hujan dalam beberapa hari terakhir, tanggul yang belum kuat menahan aliran air akhirnya membuat air meluap ke area permukiman.
Selain itu, tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga diduga turut memperparah kondisi banjir di wilayah tersebut. Air dari aliran sungai tidak mampu tertampung dengan baik sehingga meluber ke lingkungan warga.
Akibat kejadian ini, aktivitas warga menjadi terganggu. Beberapa warga terlihat harus melewati genangan air untuk beraktivitas, sementara sebagian lainnya memilih tetap berada di rumah sambil memantau kondisi air yang belum juga surut.
Warga berharap pemerintah kota Cilegon dan pihak terkait segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang terjadi sekaligus mempercepat proses perbaikan tanggul yang diduga menjadi penyebab utama banjir.
Selain penanganan sementara, masyarakat juga berharap adanya solusi jangka panjang agar banjir tidak kembali terulang setiap kali debit air meningkat. Pasalnya, wilayah tersebut disebut-sebut kerap mengalami genangan air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih terus memantau kondisi di lapangan sambil berharap air segera surut dan situasi kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan seperti biasa.
Reporter: Shinta Berlian























