CILEGON, JURNALKUHP.COM — Pemerintah Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, terus mematangkan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah mendorong pembangunan tandon air serta pelebaran sungai sebagai solusi jangka menengah dan panjang.


Lurah Ketileng, Hilman Setiaji, menjelaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan perencanaan yang terukur dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, pemerintah kelurahan Ketileng kecamatan Cilegon mengusulkan pembangunan tandon air yang direncanakan berlokasi di sebelah Perumnas Cibeber sebagai sarana penampungan debit air saat curah hujan tinggi.
Selain itu, Hilman juga menyampaikan rencana pelebaran atau normalisasi sungai yang membentang dari wilayah LDII hingga Kantor Kelurahan Ketileng.
Menurutnya, penyempitan alur sungai menjadi salah satu faktor yang memperlambat aliran air dan berpotensi menyebabkan luapan ke permukiman warga.
“Langkah ini kami dorong sebagai tindakan nyata agar ke depan penanganan banjir dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat,” ujar Hilman, Selasa (6/1/2025).
Ia menambahkan, rencana tersebut akan dikawal melalui koordinasi lintas pihak, baik dengan pemerintah kecamatan, perangkat daerah terkait, maupun melibatkan partisipasi masyarakat.
Sinergi ini dinilai penting agar pembangunan infrastruktur pengendali air dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Pemerintah Kelurahan Ketileng berharap, melalui pembangunan tandon air dan pelebaran sungai, risiko banjir dapat ditekan serta kualitas lingkungan permukiman warga semakin membaik.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah kelurahan dalam mewujudkan sistem penanganan bencana yang berkelanjutan dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Reporter: Shinta Berlian/Bagus.
Editor: Redaksi























