Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaSosialTenaga Kerja

Aksi Damai Putra-Putri Kota Cilegon: Suarakan Hak Tenaga Kerja Lokal dan Tolak Premanisme

×

Aksi Damai Putra-Putri Kota Cilegon: Suarakan Hak Tenaga Kerja Lokal dan Tolak Premanisme

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM — Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Putra-Putri Kota Cilegon menggelar aksi damai di depan proyek PT Chandra Asri Alkali (PT CAA), Senin pagi. Aksi ini berlangsung tertib dan menyuarakan dua tuntutan utama: perlindungan hak tenaga kerja lokal serta penolakan terhadap segala bentuk premanisme yang mengatasnamakan masyarakat, Senin (19/05/2025).

Dengan mengusung tema “Suara Kami, Masa Depan Kami”, aksi ini menjadi wadah bagi masyarakat menyampaikan secara langsung aspirasi dan keresahan atas problematika perekrutan tenaga kerja yang selama ini dinilai tidak berpihak pada warga Cilegon.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Salah seorang pemuda peserta aksi menyampaikan keluhan bahwa dirinya pernah mengalami proses rekrutmen yang mensyaratkan pembayaran administrasi hingga adanya potongan gaji setiap bulan. Dengan nada lirih, ia meluapkan kekecewaannya seraya berharap adanya perubahan sistem yang lebih adil dan transparan.

Senada dengan itu, tokoh penggagas aksi, Ibu Toyyibah, yang dikenal sebagai aktivis perempuan dan mewakili suara para orang tua, menyampaikan kegelisahannya terhadap kondisi pengangguran di Kota Cilegon. Ia menyesalkan bahwa meskipun Cilegon dikenal sebagai kota industri dan kerap dijuluki “kota dolar”, namun angka pengangguran justru masih tinggi.

“Kalau memang Cilegon ini kota industri, seharusnya anak-anak kami tidak ada lagi yang menganggur. Kami mohon, bukakan lapangan kerja untuk putra-putri asli Cilegon,” tutur Toyyibah dengan suara bergetar.

Aksi yang berlangsung damai ini direspon positif oleh pihak perusahaan. Perwakilan PT Chandra Asri Alkali yang hadir bersama jajaran kepolisian dari Polda Banten dan Polres Cilegon, menyatakan kesiapan untuk melanjutkan proses mediasi demi mencari solusi terbaik bagi masyarakat.

Mediasi kemudian dilangsungkan pada sore hari setelah aksi, yang dilaksanakan di lingkungan Warnasari, lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya warga. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kasat Intel Polres Cilegon IPTU Riswan Wijaya yang mewakili Kapolres Cilegon AKBP Kemas Kendra, serta juru bicara PT CAA.

Dalam suasana penuh kehangatan dan saling menghargai, seluruh pihak sepakat untuk mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal secara maksimal dalam proyek-proyek industri di Cilegon, khususnya PT Chandra Asri Alkali.

Kapolres Cilegon AKBP Kemas Kendra, melalui Kasat Intel, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah melaksanakan unjuk rasa dengan tertib dan damai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada peserta aksi unjuk rasa dari Paguyuban Putra-Putri Masyarakat Cilegon yang sudah melaksanakan aksi dengan tertib dan aman. Terkait aspirasi soal penyerapan tenaga kerja, kami dari Polres Cilegon siap membantu memfasilitasi komunikasi dengan pihak Disnaker Kota Cilegon serta pihak perusahaan PT CAA,” ucap Kapolres.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban umum demi kelancaran investasi dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Deklarasi Penolakan Premanisme

Sebagai penutup, seluruh peserta aksi menyatakan sikap bersama yang dituangkan dalam sebuah deklarasi berjudul “Pernyataan Sikap Putra-Putri Kota Cilegon Menolak Premanisme”. Berikut isi lengkap pernyataan tersebut:

Pernyataan Sikap Putra-Putri Kota Cilegon Menolak Premanisme

Kami, Putra-Putri Kota Cilegon, Menyatakan:

Menolak segala bentuk aksi premanisme, kekerasan, dan pemerasan di wilayah Kota Cilegon.
Menganggap tindakan premanisme sebagai ancaman nyata terhadap ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

Kami Mendukung Penuh Aparat Penegak Hukum:

Memberikan dukungan penuh kepada Polri dan TNI dalam menindak tegas pelaku premanisme sesuai hukum yang berlaku.
Mengapresiasi langkah-langkah hukum yang adil, transparan, dan berpihak pada ketertiban umum.

Kami Siap Menjadi Garda Terdepan:

Sebagai generasi muda dan anak daerah, kami siap berkontribusi aktif menjaga kondusivitas dan stabilitas sosial di Cilegon.
Menyatakan bahwa Cilegon adalah kota damai, bukan tempat untuk aksi premanisme atau bentuk intimidasi lainnya.

Kami Menolak Stigma Negatif terhadap Kota Kami:

Menegaskan bahwa mayoritas warga Cilegon cinta damai dan tidak terlibat dalam aksi-aksi kriminalitas.
Menolak segala bentuk pencemaran nama baik terhadap masyarakat lokal dengan narasi yang tidak berimbang.

Kami Mengajak Semua Elemen Masyarakat:

Untuk bersatu menjaga keamanan dan ketertiban, terutama di tengah iklim pembangunan dan investasi yang sedang berlangsung.
Untuk tidak takut melaporkan aktivitas mencurigakan atau tindakan premanisme kepada pihak berwenang.

Aksi damai ini menjadi contoh konkrit bahwa masyarakat Cilegon siap mengambil bagian dalam pembangunan, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku aktif yang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial.

Dengan semangat persatuan dan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi, warga Cilegon telah menunjukkan komitmen besar dalam mewujudkan kota yang inklusif, aman, dan bermartabat.

 

Redaksi Jurnal KUHP.

Example 120x600