LEBAK, JURNALKUHP.COM – Sandar, Seorang pemuda berusia 28 tahun asal Kampung Cipunaga, Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten tengah berjuang melawan penyakit jantung yang dideritanya. Ia membutuhkan penanganan tindakan medis yang serius dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit jantung Harapan Kita guna menjalani operasi pemasangan ring pada jantungnya.
Menurut Surdi, kakak kandung Sandar pengobatan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, sementara kondisi ekonomi keluarga sangat terbatas.
“Adik saya didiagnosis sakit jantung dan harus segera operasi pencangkokan jantung. Sementara Biaya pengobatannya sangat besar, dan kami tidak memiliki kemampuan untuk membayarnya.” Ucap Surdi.

Sandar dan keluarganya merupakan kalangan keluarga ekonomi kurang mampu karena pekerjaan yang serabutan. ” Saya hanya bekerja sebagai buruh harian, Kami berharap bantuan dari pemerintah, donatur, dan dermawan untuk meringankan beban ini,” ujar Surdi dengan mata berkaca-kaca, di Lebak, Senin (20/1/2025).
Ditempat terpisah saat di konfirmasi Sekretaris Desa Cihara, Ahmad Yani, membenarkan bahwa Sandar adalah warga desa Cihara dan benar sedang berada di rumah sakit yang saat ini membutuhkan uluran tangan.
“Kami mengajak para dermawan untuk membantu meringankan beban keluarga pasien, bantuan dapat diberikan langsung kepada keluarga Sandar di Kampung Cipunaga atau melalui Rumah Sakit Harapan Kita,” ungkap Akhmad Yani.
Menurut pihak medis, kondisi Sandar masih memiliki peluang untuk sembuh jika segera mendapatkan penanganan. Namun, tanpa dukungan dana, proses pengobatan ini sulit diwujudkan.
Kondisi keluarga Sandar semakin memperihatinkan karena ayahnya juga tengah terbaring sakit di rumah, sementara ibunya telah meninggal dunia. Situasi ini menambah beban psikologis dan finansial bagi keluarga pasien.
“Kami berharap para pejabat di Kabupaten Lebak dapat membantu dan meringankan beban keluarga pasien.” tambah Ahmad Yani.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Sandar dapat segera menjalani operasi dan kembali menjalani kehidupan dengan normal.
Reporter: Hendri Hermawan
Editor : Ahmad Jajuli





















