Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Sosok

Rajab Bulan Mulia, Odih: Momentum Perbaiki Diri dan Perbanyak Ibadah

×

Rajab Bulan Mulia, Odih: Momentum Perbaiki Diri dan Perbanyak Ibadah

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


BOGOR, JURNALKUHP.COM – Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam, selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Bulan ini (Rajab) memiliki keutamaan tersendiri, dimana pada bulan ini kita dapat berlomba-lomba untuk beramal saleh dan memperbanyak ibadah.

Selain penuh keberkahan, bulan Rajab juga dikenal sebagai bulan terjadinya peristiwa penting dalam Islam. Di bulan ini Rasulallah pertama kalinya mendapat perintah untuk menegakkan shalat 5 waktu.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Siapa saja yang menghidupkan malam pertama bulan Rajab akan mendapat banyak kebaikan dari Allah SWT. Selain itu, ada malam mulia di bulan Rajab yang disebut Raghaib. Malam ini terjadi pada sepertiga malam pertama bulan Rajab, dimana para malaikat dari tujuh langit dan tujuh bumi berkumpul di sekeliling Ka’bah,” ungkap Odih Kodari, pria yang akrab disapa Oki ini.

Odih mengatakan bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah, laksana taman surga yang membuka gerbang bagi siapa saja yang ingin memasuki ruang kedamaian dan keberkahan.

“Bulan Rajab hadir dalam siklus kehidupan ibarat embun yang menetes ditengah kegersangan jiwa, membawa kesejukan dan harapan baru bagi hati rindu akan keteduhan spiritual,” ujarnya.

“Ditengah hiruk-pikuk dunia yang kian menyempitkan ruang kontemplasi, Rajab datang dengan lembutnya panggilan ilahi, mengingatkan manusia untuk berhenti sejenak, menata hati, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” sambungnya.

Keberadaan Rajab kata Odih, mengingatkan kita bahwa dibalik kesibukan duniawi, ada penggilan abadi yang menuntun manusia kepada jalan yang benar.

“Bulan Rajab ini, bukan hanya waktu untuk memperbanyak ibadah, tetapi juga bulan yang mengajarkan manusia untuk merenungi hakikat diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan memupuk semangat untuk melangkah lebih bijaksana di tengah arus zaman yang penuh tantangan,” jelasnya.

Lebih lanjut Odih mengungkapkan, Rajab adalah bulan refleksi, bulan persiapan, dan bulan harapan. Rajab menjadi pengingat lembut bahwa perjalanan menuju Ramadhan dimulai dengan langkah kecil yang penuh cinta dan kesungguhan di bulan ini (Rajab).

Odih juga menjelaskan, bahwa Rajab adalah bulannya Allah sementara Sya’ban bulannya Rasulallah, dan Ramadhan adalah bulannya umat muslim.

“Semoga bulan Rajab ini menjadi titik awal bagi kita semua untuk menghidupkan kembali semangat ibadah, menyemai kebaikan, dan menuai keberkahan. Dan semoga setiap doa yang kita panjatkan, setiap amal yang kita lakukan, dan setiap langkah yang kita tempuh menjadi cahaya yang membimbing kita menuju ridha Allah, kebahagiaan dunia, dan keselamatan akhirat,” harapnya.

 

Reporter : Erik

Example 120x600