Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita NasionalDinas PendidikanMajalahMediaNasionalPendidikanPerpustakaanRemajaSosialSosok

Bedah Buku “Babad Alas”, Wamendagri Bima Arya Dorong Kepemimpinan Daerah Berbasis Nilai dan Efisiensi Anggaran

×

Bedah Buku “Babad Alas”, Wamendagri Bima Arya Dorong Kepemimpinan Daerah Berbasis Nilai dan Efisiensi Anggaran

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Kegiatan bedah buku “Babad Alas” karya Bima Arya Sugiarto di Aula Setda Kota Cilegon, Rabu (20/5/2026), menjadi lebih dari sekadar agenda literasi. Forum tersebut berkembang menjadi ruang dialog tentang arah kepemimpinan daerah, tata kelola pemerintahan, strategi pembangunan, hingga pentingnya menjaga efektivitas penggunaan anggaran di tengah tantangan fiskal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Cilegon Robinsar, Ketua DPRD Kota Cilegon, unsur Forkopimda, jajaran ASN Pemerintah Kota Cilegon, pegiat literasi, serta berbagai elemen masyarakat.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Dalam paparannya, Bima Arya menekankan bahwa pesan utama dalam buku Babad Alas tidak berhenti pada pengalaman memimpin semata, melainkan bagaimana seorang pemimpin membangun kebijakan berdasarkan nilai yang konsisten dan berpihak kepada masyarakat.

Menurutnya, tantangan pemerintahan saat ini bukan hanya soal menyusun program, tetapi memastikan setiap keputusan memiliki dampak nyata terhadap kualitas hidup warga.

“Pesan utama dari buku ini adalah memimpin harus dengan nilai. Jangan hanya terjebak pada kalkulasi politik, tetapi harus ada nilai yang diperjuangkan setiap hari demi masyarakat,” ujar Bima Arya di hadapan peserta.

Wamendagri juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir pemerintah daerah dalam mengelola anggaran. Ia menilai efisiensi tidak boleh dimaknai sekadar memangkas belanja, tetapi menjadi momentum untuk menata ulang prioritas pembangunan.

Menurut Bima, pemerintah daerah perlu memastikan alokasi anggaran benar-benar menyentuh sektor yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur pelayanan publik.

Selain itu, ia mendorong daerah mulai membuka ruang pembiayaan alternatif di luar APBD, baik melalui kolaborasi dengan sektor swasta maupun optimalisasi aset daerah agar pembangunan tetap berjalan tanpa membebani kemampuan fiskal.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Cilegon yang mulai melakukan penyesuaian kebijakan anggaran dengan fokus pada kebutuhan dasar masyarakat.

Ia menilai arah pembangunan yang ditempuh saat ini menunjukkan adanya upaya membangun identitas daerah sekaligus menjawab harapan warga.

“Saya melihat Pak Wali sudah melakukan hal-hal yang semestinya dilakukan oleh seorang pemimpin, yakni fokus pada kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan. Saya juga melihat ada ikhtiar untuk membangun konsep pembangunan Cilegon yang sesuai dengan identitas daerah dan harapan warga,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan bahwa kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri menjadi momentum penting untuk menyerap pengalaman dan perspektif pembangunan dari tingkat nasional yang dapat diterapkan di daerah.

Ia mengungkapkan bahwa sejak awal kepemimpinannya, Pemerintah Kota Cilegon telah menjalankan langkah efisiensi anggaran bahkan sebelum adanya kebijakan penyesuaian Transfer Ke Daerah (TKD).

Robinsar menyebut kondisi defisit anggaran yang sempat mencapai Rp135 miliar menjadi alasan kuat untuk menata ulang belanja daerah dengan memangkas pengeluaran yang dinilai tidak prioritas.

Efisiensi tersebut kemudian diarahkan untuk memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur dasar yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Selain membedah isi buku Babad Alas, kegiatan juga diisi dialog terbuka yang membahas tata kelola pemerintahan, pembangunan kota, penguatan budaya literasi, hingga peluang pengembangan ekosistem kendaraan listrik di daerah.

Diskusi berlangsung interaktif hingga akhir acara. Pemerintah Kota Cilegon berharap semangat yang dibawa melalui buku karya Wamendagri tersebut dapat menjadi inspirasi bagi ASN maupun generasi muda untuk menghadirkan kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan tetap berorientasi pada pelayanan publik. (Zain/red).

Example 120x600