
LEBAK, JURNALKUHP. COM – Warga Desa Mekarsari Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak keluhkan adanya galian c yang berlokasi di Kampung Papanggo yang sampai saat ini masih tetap beroperasi Jum’at, 13/12/2024.
Padahal sebelumnya warga sudah melayangkan surat Lapdu ke Polres Lebak namun belum ada tanggapan dari aparat Kepolisian (Polres Lebak)
Tim awak media Jurnal KUHP menjumpai beberapa Warga dan melakukan wawancara langsung terkait keberadaan galian tanah. Warga menyampaikan keluhannya akibat adanya Galian C yang dampaknya merugikan masyarakat.
Ujer( 58) salah satu warga kampung papanggo yang merasakan langsung dampak adanya galian tanah menjelaskan pada awak Media Jurnal KUHP pada Jumat, (13/12)
” Saya sangat terganggu dengan suara mobil tronton dan alat berat yang beroperasi malam di saat warga istirahat /tidur, selain itu rumah saya retak retak akibat getaran kuat muatan truk tronton. ” Ucap ujer.
” Saya berharap galian tanah di tutup saja karena sangat menggangu kenyamanan saya dan keluarga. Pungkasnya.
Hal senada disampaikan Tarmidi selaku ketua RT setempat sangat terganggu dengan adanya galian tanah.

” Rumah dan kontrakan saya terkena dampak akibat galian tanah, dan suara mobil berisik kasihan yang ngontrak sangat terganggu.” Ucap Tarmidi.
” Kami bingung kenapa belum ada tindakan dari Pihak Polres Lebak padahal kami sudah melayangkan surat Lapdu beberapa hari yang lalu. Dan sudah tiga hari ini galian kok masih operasi. Kalau memang tidak ada tindakan kami selaku warga masyarakat akan adakan aksi demo dan memblokir jalan. ” Tutur Tarmidi.
Ditempat yang sama Ketua Pemuda Kampung Papanggo, Erik saat dimintai keterangan menjelaskan pada awak Media Jurnal KUHP.
” Banyak warga yang mengadu ke saya terkait adanya galian tanah dan rata rata ingin agar galian tanah ditutup. Atas dasar itu saya sebagai Ketua Pemuda punya tanggung jawab dan harus membela masyarakat. Saya dan warga masyarakat bersiap untuk adakan aksi demo. Dan kalau tidak ada tanggapan dari polres Lebak kami akan lanjut ke Polda Banten.” Tegas Erik.

Sebelumnya warga sudah melaporkan Lapdu pada 3 Desember 2024 lalu dengan pembubuhan tandatangan sebanyak 56 warga yang mendukung untuk penutupan galian tanah di kampung Papanggo.
Sampai berita ini diturunkan galian tanah Papanggo masih beroperasi kendati hujan turun sehingga mengakibatkan jalan rusak parah. Begitu pula di jalan raya nampak jalan kotor dan licin sehingga rawan terjadi kecelakaan.
Reporter: Hendri Hermawan (Ade Kobra), Yosilawati
Editor. : Ahmad Jajuli.






















