LEBAK, JURNALKUHP.COM – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak dari pukul 14.00 WIB siang hingga malam mengakibatkan tanah longsor menimpa rumah milik Dadan Atmaja warga Kampung Kondang Desa Cipanas Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Provinsi Banten sekira pukul 20.30 WIB pada Selasa, 2 November 2024.
Akibat kejadian tersebut menyebabkan satu orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia serta rumah milik Dadan Atmaja rusak cukup parah, tembok di bagian pinggir jebol tertimpa meterial longsoran.
Diketahui, korban meninggal dunia ialah putri sulung dari Dadan Atmaja inisial DA (15) siswi kelas 3 Mts di Pondok Pesantren Utul Ilma. Sedangkan korban luka dan berhasil diselamatkan bernama Dafa Salman Aljabar (8) anak ke dua Dadan Atmaja.
“Saya bersama warga lainnya langsung berusaha menolong dua korban yang tertimpa tertimpa tembok. Menurut penghuni rumah, dua anak tersebut sedang tiduran nonton TV dan main HP di tengah rumah, Tiba-tiba tembok jebol karena longsoran tanah dan bongkahan batu besar yang jatuh dari tebing,” ungkap Uki, warga Kampung Kondang Desa Cipanas.
Tak lama kemudian kata Uki, datang Camat Cipanas, Kepala Desa Cipanas, Satpol PP, Babinsa, Babinkamtibmas, Tagana dan Ormas FKPPI. Setelah korban berhasil di evakuasi, kemudian korban dibawa ke Klinik Reva Lebak Gedong guna dilakukan pertolongan. Namun sayangnya nyawa DA sudah tidak tertolong.
Sementara itu, Ketua Ormas FKPPI Rayon Cipanas, Eeng mengatakan menyikapi bencana ini, berharap bantuan kepada pihak pemerintah terkait di Kabupaten Lebak terutama BPBD dan Tagana untuk pembersihan material longsoran di tempat kejadian.
“Mohon agar segara turun tangan membantu keluarga korban, khawatir akan ara longsor susulan karena tanah tebing sudah rapuh dan mengingat cuaca extrim hujan deras yang terus menerus,” kata Eeng.
Senada dikatakan Kepala Desa Cipanas, Mukhtarudin berharap segera ada penanganan dari pemerintah terkait agar masalah ini segera teratasi.
“Kami akan berupaya memberikan bantuan dan pertolongan semampu kami kepada warga yang terkena bencana, karena di tebing itu bukan hanya rumah Dadan, tapi ada lima rumah dan pondok pesantren salafi milik Ustad Dudi,” ujar Kepala Desa Cipanas, Mukhtarudin.
“Harapan kami selaku pemerintah desa, selain penanganan perbaikan rumah korban, juga mohon bantuannya kepada pihak pemerintah agar ada penanganan tebingnya supaya tidak ada longsor susulan minimal dengan bronjong atau turap,” tutup Pria yang akrab disapa Jaro Utang.
Reporter: Odih Kodari
Editor: Ahmad Jajuli























