Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita

Terkait Sengketa Lahan Warga Desa Mekar Baru Kecamatan Kopo Diintimidasi Orang Suruhan “E”

×

Terkait Sengketa Lahan Warga Desa Mekar Baru Kecamatan Kopo Diintimidasi Orang Suruhan “E”

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


SERANG, JURNALKUHP. COM – Saepudin, Warga Desa Mekar Baru mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Orang suruhan yang diduga Oknum anggota Polisi.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Tim awak media Jurnal KUHP mendapat kiriman vidio dari korban, nampak dalam Vidio tersebut perlakuan Kasar Oknum yang mengaku anggota Polisi mengintimidasi Saepudin dengan menggertak keras sambil memukul ringan (tidak terlalu keras ~red) dan menurut informasi HP milik Saepudin jatuh oleh orang suruhan E yang tidak memperbolehkan memvidiokan kejadian tersebut.

Selain Oknum Anggota Polisi nampak beberapa orang, menurut Keterangan Saepudin ada dari Pengacara, beberapa Oknum Ormas dan Anak Perempuan Ibu E yang tampak marah marah dengan nada keras dan kasar memarahi Saepudin.

Saat Tim Awak media mendatangi lokasi dan mewawancarai Korban Saepudin, Ia menceritakan kejadian yang dialaminya Selasa,5 November 2024.

” Kronologis kejadian ini soal tanah warisan Orang tua (milik Kakek/Nenek) yang tiba tiba Si E ini mengklaim seluruh lahan/ tanah katanya sudah menjadi miliknya. Dan Ia ( E ) punya AJB, entah dasarnya dari mana timbul AJB padahal seluruh Ahli Waris mengetahui bahwa tanah tersebut tanah kumbuhan, tidak dijual, tidak di hibahkan ke siapapun termasuk ke E.” Tutur Saepudin.

” Nah tanah/lahan milik Kakek Nenek kami dipagar kawat oleh E, sehingga kami tidak bisa masuk ke lahan tersebut akhirnya saya bongkar pagar kawat itu dan sekarang kawatnya hilang tidak tahu kemana,” Ucap Saepudin.

Dalam Vidio tersebut terlihat Perempuan dengan kasarnya memaki maki Korban dan terdengar menantang Saepudin suruh datangkan Ormas.

“Katanya kamu mau bawa orang/ ormas ayo datangkan kesini saya tidak takut bawa sini dasar pengecut.” Cuplikan kata kata perempuan di vidio.

Sementara Jaenudin Kakak dari Saepudin yang nampak terlihat dalam Vidio menunduk dan diam nampak terlihat bingung atas kejadian yang menimpanya.

” Sebenarnya ini masalah keluarga dan harusnya diselesaikan secara kekeluargaan namun malah menyuruh orang lain dengan kasarnya dan menghancurkan pesantren, dan santri saya sampai rusak kitabnya, ini sudah keterlaluan.”

” Sebenarnya kami para ahli waris menunggu hj E untuk datang sendiri dulu tanpa melibatkan orang lain, secara kekeluargaan.” Ucap Jaenudin.

Saat di tanyakan antara Ia (Jaenudin) dengan E ada hubungan keluarga seperti apa, Ia ( Jaenudin) menjelaskan bahwa ” Orang tua ( Ibunya) E, dengan Ibu saya kakak adik, jadi E itu adik Sepupu saya.” Ucap Jaenudin yang seorang Kyai / ustad.

Reporter: Yosilawati

Editor. : Ahmad Jajuli

Example 120x600