JAKARTA, JURNAL KUHP — Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menapaki perjalanan panjang di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini dikenal memiliki pengalaman luas di bidang reserse, kewilayahan, hingga jabatan strategis tingkat nasional.
Kariernya diawali dari sejumlah penugasan di fungsi reserse, termasuk di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Perjalanan tersebut kemudian berlanjut ke berbagai jabatan kewilayahan, di antaranya Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Memasuki jajaran pimpinan tingkat tinggi, Suyudi dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Wakapolda Metro Jaya pada 2023–2024, kemudian Kapolda Banten pada 2024–2025.
Pada Agustus 2025, ia dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Jabatan tersebut menjadi salah satu penugasan strategis sebelum dirinya mendapat amanah memimpin Polri.
Setelah mendapat persetujuan DPR RI, Suyudi resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Dalam pelantikan tersebut, pangkatnya naik dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi.
Dengan perjalanan lebih dari tiga dekade, rekam karier Suyudi mencakup fungsi reserse, kepemimpinan kewilayahan, Bareskrim, Polda, hingga lembaga nasional sebelum berujung pada jabatan tertinggi di tubuh Polri.
(red).








































