CILEGON, JURNAL KUHP — Pelantikan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H. sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia mendapat perhatian dari Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Cilegon.
Ketua LPK Cilegon, Luthfi Abdullah, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas amanah baru yang diberikan kepada Dudung. Bagi Luthfi, momentum tersebut memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Banten, khususnya keluarga besar Cilegon dan kawasan Serdang yang memiliki kedekatan sejarah dan emosional dengan sosok Dudung Abdurachman.
Presiden Prabowo Subianto melantik Dudung sebagai Menko Polkam di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Dudung menggantikan Djamari Chaniago dan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Dudung bukan nama baru dalam perjalanan pemerintahan dan pertahanan Indonesia. Lulusan Akademi Militer 1988 dari Korps Infanteri tersebut mengawali pengabdiannya antara lain di Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bakti di Atambua pada 1989–1994.
Kariernya kemudian berkembang melalui berbagai penugasan, antara lain Komandan Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya, Dandim 0406/Musi Rawas, Dandim 0418/Palembang, Wakil Gubernur Akademi Militer, staf khusus KSAD, Wakil Asisten Teritorial KSAD hingga Gubernur Akademi Militer pada 2018–2020.
Setelah itu Dudung dipercaya menjadi Pangdam Jaya pada 2020–2021, kemudian Pangkostrad pada 2021, sebelum dipercaya menduduki jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Ia menjabat sebagai KSAD hingga memasuki masa pensiun pada November 2023.
Selepas pensiun dari TNI, perjalanan Dudung berlanjut di pemerintahan. Pada 2024 ia dipercaya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional. Pada April 2026, Dudung kemudian dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan sebelum akhirnya dipercaya Presiden Prabowo untuk memimpin Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Bagi masyarakat Banten, nama Dudung juga memiliki cerita kedaerahan tersendiri.
Dalam sebuah kesempatan di Banten pada 2024, Dudung pernah menyampaikan bahwa dirinya merupakan orang Serang dan menyebut kampungnya berada di Cilegon, kawasan Serdang. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari identitas kedaerahan yang membuat sosok Dudung tetap memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Banten.
Karena itu, Luthfi Abdullah melihat perjalanan Dudung bukan hanya sebagai catatan karier seorang purnawirawan TNI yang kemudian masuk ke pemerintahan, tetapi juga sebagai pesan bagi generasi muda Banten bahwa putra daerah dapat mengambil bagian dalam ruang pengabdian yang lebih luas di tingkat nasional.
Menurut Luthfi, kedekatan dengan daerah asal semestinya tidak berhenti pada kebanggaan identitas. Ketika seseorang mendapatkan amanah di tingkat nasional, nilai-nilai kedekatan dengan masyarakat dan daerah asal juga dapat menjadi pengingat agar kebijakan dan pengabdian tetap memiliki orientasi kepada kepentingan masyarakat.
LPK Cilegon juga mendorong agar perjalanan Dudung dapat dibaca sebagai motivasi bagi putra-putri daerah Banten.
Pesannya sederhana: asal daerah bukan batas bagi seseorang untuk mengembangkan kapasitas dan memberikan pengabdian. Pendidikan, kedisiplinan, pengalaman, integritas, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam membangun perjalanan seseorang hingga dipercaya mengemban tanggung jawab nasional.
Bagi keluarga besar Cilegon–Serdang, keberadaan Dudung di salah satu posisi strategis pemerintahan nasional juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa percaya diri generasi muda daerah.
Namun, kebanggaan daerah, menurut LPK Cilegon, idealnya tetap berjalan beriringan dengan sikap kritis masyarakat. Setiap pejabat publik, termasuk mereka yang berasal dari daerah sendiri, tetap harus menjalankan amanah berdasarkan konstitusi, hukum, kepentingan masyarakat, serta prinsip pelayanan publik.
Luthfi menilai jabatan Menko Polkam memiliki ruang tanggung jawab yang luas karena kementerian tersebut mengoordinasikan sejumlah sektor strategis pemerintahan, termasuk urusan politik, keamanan, pertahanan dan hubungan antarlembaga negara.
Karena itu, LPK Cilegon berharap Dudung dapat menjalankan amanah barunya dengan tetap menjunjung kepentingan masyarakat luas serta memperhatikan aspirasi daerah.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa putra daerah yang mendapat kesempatan berada di tingkat nasional membawa nama daerahnya, tetapi tanggung jawab yang diemban tetap untuk seluruh rakyat Indonesia.
“Selamat dan sukses atas amanah baru yang diberikan kepada Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman. Semoga amanah dalam menjalankan tugas sebagai Menko Polkam dan senantiasa memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” demikian pesan LPK Cilegon.
Bagi LPK Cilegon, kedekatan Cilegon–Serdang bukan sekadar narasi asal daerah. Ia dapat menjadi energi positif untuk mendorong generasi muda Banten agar berani bermimpi lebih besar, meningkatkan pendidikan dan kapasitas diri, serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. (Red).








































