JAKARTA, JURNAL KUHP – Isu perombakan atau reshuffle kabinet kembali mengemuka menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dinamika tersebut memunculkan wacana evaluasi terhadap kinerja jajaran menteri sekaligus membuka ruang bagi figur profesional dengan rekam jejak dan integritas kuat untuk dipertimbangkan masuk dalam pemerintahan.
Salah satu nama yang kembali disebut memiliki kapasitas untuk memperkuat pemerintahan adalah Sandiaga Salahuddin Uno, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Sekretaris Jenderal Rumah Sandi Uno Indonesia (RSI), Denny Suryo Prabowo, menilai Sandiaga memiliki modal kepemimpinan, pengalaman pemerintahan, jaringan internasional, serta rekam jejak di dunia usaha yang dinilai relevan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo.
“Sandiaga Uno bisa jadi salah satu striker untuk meningkatkan kinerja kabinet saat ini. Apa yang dibutuhkan Presiden Prabowo dan dibutuhkan Indonesia, ada di Sandiaga Uno,” ujar Denny kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Menurut Denny, wacana evaluasi kabinet semakin menguat seiring munculnya sejumlah hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah berada pada level yang perlu mendapat perhatian.
Ia menyebut survei SMRC mencatat tingkat kepuasan publik sebesar 51,1 persen. Sementara Poltracking Indonesia mencatat 55,1 persen dan Tempo Data Science mencatat angka 37 persen.
Dinamika tersebut, menurut Denny, menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas kinerja kabinet, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi, politik, serta penegakan hukum.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai hasil riset lembaga survei semestinya dapat menjadi salah satu parameter bagi Presiden Prabowo dalam mengevaluasi jajaran pembantunya.
Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan pemerintah tetap berjalan efektif sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.
Di tengah dinamika tersebut, Denny menilai Sandiaga memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi pertimbangan apabila Presiden melakukan penyegaran kabinet.
Menurutnya, pengalaman Sandiaga dalam pemerintahan maupun sektor swasta menjadi modal penting, terutama dalam menghadapi agenda penguatan investasi, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Denny juga menyoroti hubungan politik Sandiaga dengan Presiden Prabowo serta sejumlah elemen Partai Gerindra yang disebutnya tetap berjalan baik.
“Pak Prabowo concern terhadap kinerja anti-korupsi, dan Sandiaga sosok yang tak diragukan integritasnya. Hubungan beliau dengan Pak Prabowo maupun kader Gerindra juga sangat baik,” tegas Denny.
Selain pengalaman pemerintahan, latar belakang Sandiaga di dunia bisnis dan investasi juga dinilai dapat menjadi nilai tambah dalam mendukung agenda ekonomi pemerintahan Prabowo.
“Kita tahu rekam jejak Sandi Uno di dunia usaha, UMKM, dan penciptaan lapangan kerja. Jaringan internasionalnya luas. Sandiaga sangat cocok jadi striker investasi di pemerintahan Pak Prabowo,” kata Denny.
Meski mendorong agar kapasitas Sandiaga dipertimbangkan, Denny menegaskan bahwa Rumah Sandi Uno Indonesia tidak sedang melakukan manuver untuk meminta posisi tertentu di kabinet.
Menurut dia, pandangan tersebut disampaikan sebagai bentuk masukan terhadap kebutuhan penguatan pemerintahan, khususnya apabila Presiden Prabowo memandang perlu melakukan evaluasi dan penyegaran terhadap kabinet.
“Kami hanya melihat dalam situasi pemerintah membutuhkan penguatan kabinet, pengalaman dan kapasitas Sandiaga merupakan opsi yang patut dipertimbangkan Presiden,” pungkas Denny.
Wacana reshuffle sendiri pada akhirnya menjadi kewenangan Presiden. Karena itu, penilaian terhadap calon menteri maupun perubahan komposisi kabinet tetap bergantung pada evaluasi langsung Presiden terhadap kebutuhan pemerintahan, kinerja kementerian, serta prioritas pembangunan nasional. (Zain/red).







































