LEBAK, jurnalkuhp.com – Padepokan Kisakar Dirgantara yang berlokasi di Kampung Angsana, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mendapatkan kunjungan kehormatan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Dr. Yosep Mohamad Holis, S.Hut., M.T., M.Sc.
Kunjungan ini disambut langsung oleh jajaran pengurus, termasuk Ketua Umum LSM Nusantara Indah Lingkungan (LSM NIL) sekaligus Pendiri dan Pembina Padepokan Kisakar Dirgantara, Bapak Michael, serta Ketua Padepokan Kisakar Dirgantara, Bapak Karsa (yang akrab disapa Abah Garong). Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pegiat sosial-lingkungan, lembaga adat, dan pemerintah daerah untuk memajukan potensi kebudayaan serta pariwisata berbasis kearifan lokal.(minggu/9/8/2026)
Dengan penuh rasa syukur dan ketulusan, Ketua Padepokan Kisakar Dirgantara, Bapak Karsa alias Abah Garong, menyampaikan rasa bahagianya atas kehadiran rombongan dari dinas pariwisata.
Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan merasa terhormat atas kerelaan Bapak Kepala Dinas bersedia menginjakkan kaki di padepokan kecil kami ini. Kami ini orang kampung yang polos, hanya tahu caranya merawat apa yang dititipkan oleh leluhur. Kehadiran Bapak Kadis menjadi penambah semangat bagi kami semua di Kampung Angsana untuk terus belajar dan menjaga adat istiadat ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Bapak Karsa dengan nada bicara yang sangat santun dan bersahaja.
Pada kesempatan yang sama, Pendiri dan Pembina Padepokan Kisakar Dirgantara yang juga menjabat sebagai Ketua Umum LSM NIL, Bapak Michael, memberikan pandangan yang sangat bijak dan penuh kerendahan hati terkait esensi dari perjuangan kebudayaan yang sedang dihidupkan di Desa Nameng.
Bagi kami, kebudayaan adalah investasi peradaban untuk membentengi moral generasi muda sekaligus membuka ruang ekonomi kreatif di masa depan. Tujuan utama kami mendirikan padepokan ini tidak lain adalah demi membentengi generasi muda agar budaya timur kita yang luhur tidak tergerus oleh zaman. Kita ingin anak-anak kita tidak hanya menghabiskan waktunya berdiam diri memegang HP, melainkan kembali berinteraksi, belajar saling menghormati kepada yang lebih tua, dan menghidupkan lagi semangat gotong royong yang mulai pudar. Kami berharap, melalui jalan kebudayaan dan pelestarian lingkungan ini, masyarakat Kampung Angsana, Desa Nameng, dapat semakin berkembang, mandiri, dan sejahtera tanpa kehilangan jati dirinya,” tuturnya dengan sangat arif.
Bapak Michael juga menambahkan harapan besarnya terhadap kemitraan dengan pemerintah daerah dengan sikap yang sangat rendah hati.
Kami menyadari rintisan mandiri ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami memohon bimbingan dan sinergi berkelanjutan dari pemerintah daerah agar langkah kecil kami berjalan selaras dengan kemajuan Kabupaten Lebak. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyambutan malam ini. Selamat menikmati kesederhanaan padepokan kami,” tambahnya menutup perbincangan malam itu.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Lebak, Dr. Yosep Mohamad Holis, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi nyata yang ditunjukkan oleh Padepokan Kisakar Dirgantara dan LSM NIL. Pihaknya berkomitmen untuk mendukung penuh simpul-simpul kebudayaan berbasis masyarakat seperti ini agar Desa Nameng dapat tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata budaya dan edukasi lingkungan hidup yang unggul di Kabupaten Lebak.
(Hen





















