Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita NasionalOlahragaPemerintahPemkot CilegonPemprov Banten

PEPARPEDA IX Banten 2026 Resmi Dibuka di Cilegon, Gubernur Andra Soni Tegaskan Komitmen Pembangunan Inklusif bagi Atlet Disabilitas

×

PEPARPEDA IX Banten 2026 Resmi Dibuka di Cilegon, Gubernur Andra Soni Tegaskan Komitmen Pembangunan Inklusif bagi Atlet Disabilitas

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Provinsi Banten Tahun 2026 resmi dibuka oleh Andra Soni di GOR ASA Sport Center, Kota Cilegon, Rabu (24/6/2026). Ajang olahraga pelajar disabilitas terbesar di Provinsi Banten tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan ruang yang setara bagi seluruh pelajar penyandang disabilitas untuk berprestasi.

PEPARPEDA IX tahun ini diikuti oleh 180 atlet dan 80 official yang berasal dari delapan kabupaten dan kota se-Banten. Kegiatan tersebut menjadi puncak pembinaan olahraga pelajar disabilitas yang secara rutin diselenggarakan setiap dua tahun sekali sebagai bagian dari proses pembinaan menuju kompetisi tingkat nasional.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Pembukaan ditandai secara resmi oleh Gubernur Banten Andra Soni yang hadir didampingi Wali Kota Cilegon Robinsar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pemangku kepentingan olahraga disabilitas di Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa PEPARPEDA bukan sekadar arena pertandingan olahraga, melainkan simbol komitmen pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif. Menurutnya, setiap anak bangsa memiliki hak yang sama untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya, tanpa terkecuali.

“Pekan Paralimpik Pelajar Daerah menjadi momentum untuk menegaskan komitmen kita dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri bangsa untuk berprestasi,” ujar Andra Soni.

Ia mengaku bangga dapat hadir langsung menyaksikan semangat para atlet pelajar disabilitas yang datang dari seluruh wilayah Provinsi Banten. Menurutnya, para peserta merupakan generasi yang mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat karena menunjukkan semangat juang, kedisiplinan, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Kalian adalah generasi hebat, berani, dan inspiratif. Dibutuhkan kerja keras, disiplin, ketahanan mental, dan kemauan untuk terus bangkit setiap kali menghadapi tantangan,” katanya.

Andra Soni juga menilai pelaksanaan PEPARPEDA IX menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan atlet disabilitas di Provinsi Banten. Ia berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat membawa nama Banten bersinar di tingkat nasional hingga internasional.

“Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan pembangunan olahraga daerah, termasuk olahraga bagi atlet disabilitas. Investasi dalam pembinaan atlet paralimpik bukan hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga membangun sumber daya manusia unggul, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Cilegon sebagai tuan rumah penyelenggaraan PEPARPEDA IX Tahun 2026.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Pemerintah Kota Cilegon dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Banten yang telah menunjuk Kota Cilegon sebagai tuan rumah. Tanpa dukungan dan kolaborasi yang baik, kegiatan ini tidak mungkin terselenggara secara optimal,” ujar Robinsar.

Robinsar menegaskan bahwa makna PEPARPEDA jauh melampaui perolehan medali maupun gelar juara. Menurutnya, ajang tersebut merupakan sarana membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk meraih prestasi.

“Keterbatasan bukan penghalang. Kemauan dan kegigihan adalah kunci keberhasilan. Kami berharap seluruh atlet dapat memberikan kemampuan terbaiknya dan menjadikan ajang ini sebagai kebanggaan bagi diri sendiri, keluarga, serta daerah yang diwakili,” ungkapnya.

Sebagai daerah tuan rumah, Pemerintah Kota Cilegon juga mengajak seluruh atlet, pelatih, official, dan panitia untuk bersama-sama menjaga sportivitas serta menyukseskan penyelenggaraan PEPARPEDA IX agar berlangsung aman, tertib, dan menghasilkan prestasi terbaik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani menjelaskan bahwa PEPARPEDA IX Tahun 2026 merupakan puncak pembinaan olahraga pelajar disabilitas di Provinsi Banten sekaligus menjadi bagian dari tahapan seleksi menuju Pekan Paralimpik Pelajar Nasional.

“PEPARPEDA menjadi wadah penyaluran minat dan bakat pelajar disabilitas, mengukur hasil pembinaan prestasi olahraga, sekaligus menjadi ajang seleksi atlet-atlet terbaik yang nantinya akan mewakili Provinsi Banten di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Ahmad Syaukani.

PEPARPEDA IX berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Juni 2026. Sebanyak empat cabang olahraga dipertandingkan, yakni para atletik, para bulu tangkis, para tenis meja, dan para renang.

Dalam kompetisi tersebut, para atlet akan memperebutkan total 362 medali yang terdiri dari 117 medali emas, 117 medali perak, dan 128 medali perunggu.

Pertandingan diselenggarakan di sejumlah venue olahraga di Kota Cilegon. Untuk cabang para atletik dan para tenis meja dipusatkan di Stadion Geger Cilegon, sedangkan cabang para bulu tangkis dan para renang berlangsung di GOR ASA Sport Center.

Penyelenggaraan PEPARPEDA IX Banten 2026 menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem olahraga disabilitas yang inklusif dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang pembuktian bahwa semangat, kerja keras, dan tekad yang kuat mampu melampaui segala keterbatasan.

Dengan mengusung nilai sportivitas, persaudaraan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman, PEPARPEDA IX diharapkan menjadi tonggak penting dalam melahirkan generasi atlet disabilitas Banten yang tangguh, berprestasi, serta mampu mengharumkan nama daerah di panggung nasional maupun internasional.

(Zain/red).

Example 120x600