Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Laporan Warga

Infrastruktur Desa Tergerus Aktivitas Tambang, Warga Ciginggang Pertanyakan Tanggung Jawab Pengusaha

×

Infrastruktur Desa Tergerus Aktivitas Tambang, Warga Ciginggang Pertanyakan Tanggung Jawab Pengusaha

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


LEBAK, JURNALKUHP.COM – Kondisi Jalan Poros Desa Ciginggang, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, kian memprihatinkan. Ruas jalan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta akses pendidikan tersebut mengalami kerusakan signifikan yang diduga berkorelasi dengan meningkatnya aktivitas kendaraan angkutan material batu dari kawasan pertambangan setempat.

Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan dipenuhi lubang, hamparan batu lepas, serta genangan lumpur ketika hujan turun. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintas setiap hari.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Sejumlah warga menilai intensitas lalu lalang kendaraan bertonase besar menjadi salah satu faktor yang mempercepat degradasi kualitas jalan. Beban kendaraan yang melampaui daya dukung infrastruktur desa diduga menyebabkan kerusakan progresif pada badan jalan yang sebelumnya telah digunakan sebagai akses utama masyarakat.

Kepala Desa Ciginggang, Hendra, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah desa belum menerima komunikasi maupun pemberitahuan resmi dari pihak pengusaha tambang terkait aktivitas operasional yang memanfaatkan akses jalan desa tersebut.

“Belum ada koordinasi maupun pemberitahuan kepada pemerintah desa. Padahal aktivitas usaha yang memanfaatkan fasilitas publik semestinya dibangun melalui komunikasi yang baik dengan pemerintah setempat, termasuk menyangkut dampak yang ditimbulkan terhadap infrastruktur desa,” ujar Hendra saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, keberadaan investasi dan aktivitas usaha pada prinsipnya patut diapresiasi karena berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, aspek tanggung jawab sosial dan lingkungan tetap harus menjadi perhatian agar manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak berbanding terbalik dengan beban yang ditanggung masyarakat.

Keluhan warga pun semakin mengemuka seiring memburuknya kondisi jalan. Selain menghambat mobilitas harian, kerusakan infrastruktur tersebut berdampak pada meningkatnya biaya transportasi hasil pertanian dan tingginya risiko kecelakaan, khususnya saat musim penghujan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat segera melakukan evaluasi terhadap aktivitas angkutan material yang melintasi jalan desa. Selain itu, warga juga mendorong adanya keterlibatan aktif pihak perusahaan dalam upaya pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur yang terdampak sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengusaha tambang batu yang disebut beroperasi di wilayah Desa Ciginggang belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan masyarakat maupun langkah yang akan ditempuh untuk menangani kerusakan jalan tersebut.

Warga berharap persoalan ini tidak hanya menjadi perhatian sesaat, melainkan ditindaklanjuti melalui langkah konkret yang mengedepankan prinsip keadilan, keberlanjutan pembangunan, serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat yang selama ini bergantung pada akses jalan tersebut.

 

(Red

Example 120x600