Lebak,JURNALKUHP.COM – Bertepatan pada Ahad, 24 Mei 2026, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Insan Cita bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) FISIP USBR melaksanakan penyaluran hasil aksi donasi kemanusiaan bagi korban bencana alam di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten.
Bencana banjir dan longsor tersebut mengakibatkan satu unit jembatan ambruk akibat tingginya volume air. Selain itu, satu majelis, kamar santri, serta rumah milik pimpinan Pondok Pesantren Minhajus Salimin di Kampung Tajur RT/RW 007/004, Desa Harumsari, Kecamatan Cipanas, turut terdampak.
Menurut keterangan Ustad Enton Muftoni selaku pimpinan Pondok Pesantren Minhajus Salimin, awal mula kejadian terjadi ketika para santri sedang melakukan perbaikan bilik pondok dengan menutupi dinding menggunakan koran. Saat itu, seekor biawak tiba-tiba naik ke daratan menuju area pondok pesantren.
“Biawak tersebut diduga naik dari sungai yang berada di sisi pondok. Sempat dikepung untuk ditangkap, namun ketika proses pengepungan berlangsung, salah satu santri melihat air meluap sangat tinggi dari arah hulu sungai,” ujar Ustad Enton.
Melihat derasnya arus dan tingginya debit air, para santri langsung berlarian menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Diketahui, aliran sungai yang berada di lokasi tersebut bernama Sungai Cimauk, yang merupakan pertemuan dari tiga aliran sungai besar, yakni Sungai Cibarani, Cilisung, dan Cikerik.
Ketua Umum HMI Komisariat Insan Cita, Egi Maulana Agung, menyampaikan bahwa bencana alam tersebut menjadi tragedi yang harus dijadikan bahan refleksi dan pengingat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun kami sangat prihatin atas rusaknya rumah-rumah pecinta Al-Qur’an dan tempat para santri menuntut ilmu agama. Tempat seperti ini harus terus dijaga keberadaannya sebagai bagian dari syiar dan pendidikan Islam,” ungkapnya.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak dapat segera bergerak cepat melakukan rehabilitasi terhadap pondok pesantren yang terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Cipanas tersebut.
“Semoga pemerintah daerah segera memberikan perhatian dan langkah nyata untuk membantu pemulihan pondok pesantren serta masyarakat yang terdampak,” tutupnya.
(Hendri.H)























