CILEGON, JURNALKUHP.COM — Padepokan Pencak Silat Titisan Tegal Maung menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 dengan penuh semangat kebudayaan dan kekeluargaan di wilayah Kubangsaron, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Sabtu malam (16/05/2026).
Mengusung tema “Majulah tanpa menyingkirkan, naiklah tanpa menjatuhkan, jadilah baik tanpa menjelekkan”, acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai persaudaraan sekaligus menjaga eksistensi seni budaya pencak silat khas Banten di tengah perkembangan zaman.
Ketua Padepokan Titisan Tegal Maung, Feri, mengatakan tema yang diangkat memiliki pesan moral agar setiap insan tetap rendah hati meskipun memiliki kemampuan dan ilmu yang tinggi.
“Ilmu yang kita dapatkan tidak harus dipamerkan. Rendah hati dalam menjalani hidup menjadi salah satu cara untuk memotivasi generasi yang akan datang,” ujar Feri.
Ia juga mengajak para orang tua agar terus mendukung serta mendorong anak-anak untuk mencintai budaya dan sejarah daerahnya sendiri, khususnya seni budaya pencak silat Banten yang merupakan warisan leluhur.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh pencak silat di Kota Cilegon, di antaranya tokoh Bandrong, tokoh Terumbu, hingga Abah Gacon dari Padepokan Macan Kulon. Selain itu, hadir pula para atlet silat dari berbagai padepokan yang ada di wilayah Kota Cilegon.
Feri menegaskan, padepokan yang dipimpinnya bukan hanya menjadi tempat latihan bela diri, namun juga wadah pendidikan budaya dan pembentukan karakter masyarakat.
“Kami ingin masyarakat lebih mencintai dan melestarikan adat budaya serta tradisi asli Banten agar tetap lestari dan tidak punah di tengah semakin menipisnya kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai budaya pencak silat,” tegasnya.
Dalam perayaan HUT ke-7 tersebut, berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari pemotongan tumpeng, pentas pencak silat, hingga atraksi debus khas budaya Banten dari Padepokan Macan Kulon yang sukses menarik perhatian masyarakat.
Ratusan warga tampak antusias menghadiri kegiatan tersebut, mulai dari masyarakat sekitar padepokan, warga Kubangsaron, Kelurahan Tegal Ratu, hingga para tamu undangan dan pesilat dari berbagai wilayah.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Acara ini dihadiri ratusan orang dan berjalan dengan penuh kebersamaan,” tambah Feri.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Macan Kulon, Mursalin Sayuti, turut memberikan apresiasi kepada Feri dan seluruh jajaran Padepokan Titisan Tegal Maung yang dinilai konsisten menjaga warisan budaya leluhur Banten.
Menurutnya, upaya melestarikan pencak silat harus terus dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan identitas budaya di tengah derasnya pengaruh budaya asing.
“Kang Feri dan seluruh keluarga besar padepokan sudah bekerja keras menjaga warisan leluhur Banten agar generasi penerus tetap mencintai seni budaya pencak silat,” ujar Mursalin.
Ia juga berharap Pemerintah Kota Cilegon maupun para investor industri yang berdiri di Kota Cilegon dapat lebih memperhatikan keberadaan seni budaya lokal, khususnya pencak silat yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa Indonesia.
“Pencak silat ini bagian dari kearifan lokal dan menjadi salah satu cikal bakal perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sudah seharusnya mendapat perhatian lebih,” pungkasnya.
Reporter: Ade Maftuhi























