CILEGON, JURNALKUHP.COM – Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Cilegon yang digelar di SMP Negeri 2 Cilegon, Selasa (12/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Heni Anita Susila, jajaran eselon III dan pejabat fungsional Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah SMP se-Kota Cilegon, guru pendamping, pelatih, hingga para peserta lomba.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan, FLS3N bukan sekadar perlombaan seni biasa, namun menjadi wadah positif bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat dan kreativitas mereka.


“FLS3N adalah kegiatan yang menjadi ajang bagi para siswa dan siswi Sekolah Menengah Pertama di Kota Cilegon untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda yang percaya diri, berkarakter, memiliki daya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (12/05/2026).


Menurutnya, kegiatan seni dan sastra seperti ini sangat penting untuk membangun karakter peserta didik agar tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepekaan seni, budaya, dan kemampuan berekspresi.


Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Suhanda menjelaskan, pelaksanaan FLS3N bertujuan memberikan ruang dan kesempatan bagi siswa dalam mengekspresikan kreativitas di bidang seni dan sastra.

“Tujuan pelaksanaan FLS3N adalah memberikan ruang dan kesempatan peserta didik dalam mengekspresikan kreativitas di bidang seni dan sastra, mengembangkan potensi bakat dan minat, menanamkan nilai sportivitas, kebersamaan, dan apresiasi terhadap karya seni,” jelasnya.
Ia menambahkan, FLS3N juga menjadi ajang seleksi untuk mencari peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kota Cilegon pada ajang FLS3N tingkat Provinsi Banten.

Berbagai cabang seni diperlombakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari solo vokal, ilustrasi, kreativitas musik tradisional, ansambel campuran tiga alat musik, menulis cerita, mendongeng, tari kreasi hingga pantomim.
Sorak dukungan dari para guru pendamping dan rekan peserta membuat suasana kompetisi semakin hidup. Setiap penampilan peserta mendapat apresiasi meriah dari para penonton yang memenuhi area kegiatan.
Tak sedikit peserta tampil memukau dengan kemampuan vokal, gerakan tari yang energik, hingga kreativitas dalam memainkan alat musik tradisional yang berhasil menghibur seluruh tamu undangan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Cilegon berharap potensi seni dan sastra para pelajar dapat terus berkembang dan menjadi bekal penting dalam membentuk generasi muda yang kreatif, berbudaya, serta mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. (Zain/red).























