CILEGON, JURNALKUHP.COM – Warga Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat lansia perempuan yang mengambang di saluran air menuju Kali Lempeng, Sabtu (18/4/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Sarimah (86), warga Lingkungan Warung Kara RT 05/01, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan. Saat ditemukan, korban mengenakan daster berwarna oranye dan dalam posisi terlentang mengapung di aliran air.
Kapolres Cilegon, Martua Raja Taripar Laut Silitonga, didampingi Kapolsek Ciwandan, Achri Dwi Yunito, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Nofan (35), warga setempat.
“Korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB oleh saksi yang saat itu sedang memberi makan bebek di sekitar lokasi,” ujar Kapolres.
Menurut keterangan, Nofan yang merupakan buruh harian lepas dan tinggal di lingkungan yang sama, segera melaporkan temuan tersebut kepada H. Asmani (61), yang merupakan keponakan korban.
Mendapatkan informasi tersebut, H. Asmani kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Ciwandan sekitar pukul 08.30 WIB. Laporan itu selanjutnya diteruskan ke Polres Cilegon untuk penanganan lebih lanjut oleh Unit Pamapta dan Inafis Satreskrim.
Kapolsek Ciwandan, Kompol Achri Dwi Yunito, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, korban memang telah lanjut usia dan mengalami penurunan daya ingat.
“Keluarga menyampaikan bahwa almarhumah sudah mulai pikun. Dugaan sementara, korban tersesat dan terjatuh ke saluran air,” jelasnya.
Petugas Inafis Polres Cilegon bersama tim medis dari RSUD Cilegon kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah sekitar pukul 09.45 WIB untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tambah Kapolsek.
Usai pemeriksaan medis, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Lingkungan Umbuljabar, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan.
Kapolres Cilegon mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan perhatian terhadap keselamatan anggota keluarga, khususnya lansia, terlebih yang tinggal di dekat aliran sungai atau saluran air.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lansia, terutama yang memiliki gangguan daya ingat, agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (Yusvin/Zain/red).























