Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BGN

Dugaan Potongan Kuku dalam Sajian Menu SPPG di Banjarsari Viral, Ormas Badak Banten Minta Evaluasi

×

Dugaan Potongan Kuku dalam Sajian Menu SPPG di Banjarsari Viral, Ormas Badak Banten Minta Evaluasi

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


LEBAK, JURNALKUHP.COM – Sajian menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Cilegong Ilir, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan publik setelah beredarnya foto yang diduga memperlihatkan potongan kuku manusia di dalam makanan yang disajikan kepada penerima manfaat program pemenuhan gizi.(Rabu/11//3/2026)

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa temuan tersebut terdapat pada menu makanan yang didistribusikan oleh dapur SPPG setempat. Foto yang beredar luas di media sosial itu pun memicu berbagai reaksi dari masyarakat yang mempertanyakan standar kebersihan dan pengawasan dalam proses pengolahan makanan.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Menanggapi hal tersebut, Ruswa Ilahi selaku Koordinator Dapil 6 Ormas Badak Banten meminta agar pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur SPPG yang berada di wilayah Kecamatan Banjarsari.

Menurut Ruswa, program pemenuhan gizi merupakan program yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya bagi para penerima manfaat. Oleh karena itu, aspek kebersihan, keamanan pangan, serta standar operasional pengolahan makanan harus menjadi prioritas utama.

“Jika benar dalam sajian makanan terdapat benda asing seperti potongan kuku manusia, tentu ini sangat memprihatinkan. Program pemenuhan gizi seharusnya dijalankan dengan standar kebersihan yang ketat karena menyangkut kesehatan penerima manfaat,” ujar Ruswa Ilahi kepada wartawan.

Ia juga meminta pihak pengelola dapur SPPG serta instansi terkait untuk segera melakukan klarifikasi dan investigasi atas kejadian tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Selain itu, Ruswa menegaskan bahwa pengawasan terhadap dapur SPPG perlu diperketat, mulai dari proses pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai program yang tujuan awalnya baik justru menimbulkan masalah baru karena kelalaian dalam menjaga standar kebersihan dan kualitas makanan,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh wartawan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, seseorang berinisial N yang diduga mengetahui atau berkaitan dengan pengelolaan dapur SPPG tersebut belum memberikan tanggapan atau respon hingga berita ini diturunkan.

 

Reporter : tim

Editor : Redaksi biro kb Lebak

Example 120x600