Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita

Kondisi Sekolah Memprihatinkan, Atok Panglima JBB Jawara Banten Bersatu Pertanyakan Alokasi Dana BOS SDN 1 Kapunduhan

×

Kondisi Sekolah Memprihatinkan, Atok Panglima JBB Jawara Banten Bersatu Pertanyakan Alokasi Dana BOS SDN 1 Kapunduhan

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Lebak, JURNALKUHP.COM – Kondisi bangunan SDN 1 Kapunduhan, Kecamatan Cijaku, menjadi perhatian setelah ditemukan sejumlah kerusakan pada fasilitas sekolah. Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, plafon sekolah terlihat jebol di bagian depan maupun belakang bangunan. Cat dinding gedung pun tampak banyak terkelupas, mencerminkan minimnya perawatan terhadap sarana pendidikan tersebut. Padahal, sekolah ini menampung sedikitnya 176 siswa yang setiap hari menjalani kegiatan belajar mengajar.jumat/6/2/2026

Tak hanya itu, fasilitas penunjang seperti toilet sekolah juga berada dalam kondisi kurang layak. Dinding toilet terlihat kusam dengan cat mengelupas, sementara wastafel dilaporkan rusak sehingga tidak dapat digunakan secara maksimal. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kenyamanan serta kebersihan lingkungan sekolah.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Sementara itu, PLT Kepala Sekolah menjelaskan bahwa penggunaan anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pemeliharaan hanya dialokasikan sekitar 10%.

Di tempat terpisah, Atok, Panglima JBB Jawara Banten Bersatu, angkat bicara terkait pernyataan tersebut. Ia menilai alokasi tersebut perlu dikaji kembali, mengingat dalam ketentuan pengelolaan dana BOS, sekolah diperbolehkan menggunakan anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana hingga maksimal sekitar 20%, sesuai kebutuhan dan perencanaan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Menurut Atok, pemanfaatan dana BOS harus mengutamakan kondisi riil sekolah, terlebih jika kerusakan berpotensi mengganggu proses belajar mengajar serta keselamatan siswa.

“Atas kondisi ini, dalam waktu dekat kami akan segera melaporkan kepada Dinas Pendidikan dan instansi terkait agar dilakukan evaluasi serta pengawasan terhadap pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut,” tegasnya.

Ia berharap langkah ini dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran, sehingga fasilitas pendidikan dapat terawat dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi para siswa.

 

Editor : Redaksi biro kb lebak

Example 120x600