Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita

Kinerja BPBD Kota Cilegon Tahun 2025 Hampir Maksimal, Fokus Mitigasi Banjir di 2026

×

Kinerja BPBD Kota Cilegon Tahun 2025 Hampir Maksimal, Fokus Mitigasi Banjir di 2026

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Cilegon,Jurnalkuhp.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mencatat capaian kinerja yang sangat baik sepanjang tahun 2025. Meski menghadapi keterbatasan akibat efisiensi anggaran, BPBD tetap mampu melaksanakan sebagian besar program kerja yang telah direncanakan guna meningkatkan kesiapsiagaan serta perlindungan masyarakat dari ancaman bencana.

Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, mengatakan secara umum program kerja tahun 2025 berjalan sesuai target. Namun demikian, ia mengakui terdapat beberapa kegiatan yang harus disesuaikan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Alhamdulillah, selama tahun anggaran 2025 BPBD sudah melaksanakan program yang direncanakan. Memang ada efisiensi anggaran sehingga beberapa kegiatan tidak bisa dilaksanakan secara maksimal, tetapi pelayanan tetap berjalan,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPBD Kota Cilegon, baru-baru ini.

Suhendi menambahkan, dukungan dari pemerintah pusat turut berperan penting dalam memperkuat kapasitas BPBD Kota Cilegon. Sepanjang tahun 2025, BPBD menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa pemasangan empat unit menara sirine peringatan dini tsunami di kelurahan pesisir, serta pembangunan Gedung Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops).

Fasilitas tersebut dinilai sangat strategis dalam meningkatkan kecepatan respons, koordinasi, serta efektivitas penanganan bencana, khususnya di wilayah rawan gempa dan tsunami.

Dari sisi kesiapan sarana dan prasarana, BPBD Kota Cilegon saat ini dinilai cukup memadai. BPBD telah memiliki enam unit perahu karet, lima unit pompa air (alkon), serta berbagai perlengkapan pendukung seperti pelampung (life jacket), dayung, hingga gergaji mesin (senso). Peralatan tersebut disiapkan terutama untuk penanganan banjir, evakuasi warga, dan kondisi darurat lainnya.

“Kalau dari sisi peralatan, kami siap. Untuk penanganan banjir, perahu ada enam unit, pompa air lima unit, termasuk perlengkapan pendukung lainnya,” kata Suhendi.

Berdasarkan evaluasi internal, tingkat capaian kinerja BPBD Kota Cilegon pada tahun 2025 hampir mencapai 100 persen dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada aspek kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta koordinasi lintas sektor saat terjadi bencana. Capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara BPBD, pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan kebencanaan, serta peran aktif masyarakat.

Memasuki tahun 2026, BPBD Kota Cilegon menargetkan penguatan upaya mitigasi bencana, terutama dalam penanganan banjir yang masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah. Selain mendukung pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, BPBD juga akan memfokuskan langkah-langkah non-struktural, seperti edukasi kebencanaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pemetaan wilayah rawan bencana.

“Harapan ke depan, Cilegon bisa semakin aman dari banjir. Kami di BPBD akan terus melakukan mitigasi sesuai kewenangan, khususnya melalui pendekatan non-struktural seperti sosialisasi, pelatihan, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat,” tuturnya.

Dengan capaian positif sepanjang tahun 2025 serta komitmen kuat menghadapi tantangan ke depan, BPBD Kota Cilegon optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kebencanaan dan memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kota Cilegon.

Reporter : Hairullah
Editor : Jurnalkuhp.com

Example 120x600