Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Informasi & Konfirmasi

Menu MBG Diduga Bau Busuk di SDN 2 Cimarga, Siswa Mengeluh — Upaya Konfirmasi SPPG Terkendala

×

Menu MBG Diduga Bau Busuk di SDN 2 Cimarga, Siswa Mengeluh — Upaya Konfirmasi SPPG Terkendala

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Lebak, JURNALKUHP.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 2 Cimarga, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, kembali menuai sorotan. Sejumlah siswa mengeluhkan menu MBG berupa telur puyuh dan buah salak yang diduga berbau busuk dan tidak layak konsumsi.

Keluhan tersebut disampaikan siswa terkait menu MBG yang diterima pada hari Kamis dan Sabtu. Salah satu siswa mengaku telur puyuh dan salak yang diterimanya mengeluarkan bau tidak sedap saat akan dikonsumsi.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Telur puyuhnya bau, salaknya juga,” ujar siswa.

Berdasarkan keterangan siswa, menu MBG hari Kamis terdiri dari nasi, keripik tempe, telur, sayuran, dan buah melon. Sementara menu MBG hari Sabtu yakni susu, roti, salak, dan telur puyuh.Kemis/15/Januari 2026

Keluhan juga datang dari wali murid. Mereka mengaku telah menyampaikan laporan melalui grup WhatsApp kelas 2. Namun hingga saat ini, wali murid menyebut tidak ada respons dari pihak guru maupun sekolah.

“Kami sudah menyampaikan keluhan ke grup WhatsApp kelas 2, tapi tidak ada tanggapan dari guru,” ujar salah satu wali murid.

Saat dikonfirmasi, Kepala SDN 2 Cimarga menyatakan belum menerima laporan resmi terkait dugaan menu MBG busuk sebagaimana dikeluhkan siswa dan wali murid.

“Punten pisan, saya belum menemukan laporan MBG busuk yang bapak sampaikan. Dapur MBG ada di Sudamanik. Kami selalu hadir dan sangat terbuka menerima laporan kekurangan MBG,” ujar Kepala Sekolah.

Lebih lanjut, wartawan telah berupaya mencari nomor kontak pemilik atau penanggung jawab SPPG guna meminta keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Wartawan juga meminta bantuan pihak sekolah untuk mendapatkan nomor kontak pengelola SPPG. Namun, upaya tersebut tidak mendapatkan respons terkait nomor kontak yang diminta.

Kepala sekolah justru menyarankan wartawan untuk datang langsung ke dapur SPPG.

“Silahkan langsung saja datang ke dapur SPPG-nya,” ucap Kepala Sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Tim SPPG atau pengelola dapur MBG Sudamanik belum memberikan keterangan resmi meski telah dilakukan berbagai upaya konfirmasi.

Situasi ini memunculkan tanda tanya terkait keterbukaan informasi, pengawasan mutu makanan, serta mekanisme penanganan keluhan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di lingkungan sekolah.

 

Editor : Redaksi biro kb lebak

Example 120x600