CILEGON, JURNALKUHP.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menutup tahun 2025 dengan memaparkan sejumlah capaian strategis dalam pengelolaan lingkungan hidup, mulai dari penanganan sampah dan limbah hingga penguatan edukasi lingkungan di sektor pendidikan.
Paparan tersebut disampaikan dalam sesi wawancara refleksi akhir tahun bersama awak media Jurnalkuhp, Selasa (31/12/2025).
Kepala Dinas DLH Kota Cilegon Sabri Mahyudin menjelaskan bahwa sepanjang 2025 pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di tengah tantangan volume sampah yang terus meningkat.
Berdasarkan data DLH, produksi sampah di Kota Cilegon saat ini mencapai sekitar 300 ton per hari, yang dilayani pada wilayah dengan cakupan kurang lebih 4,8 sesuai wilayah pelayanan dinas.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, DLH Kota Cilegon telah melakukan sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan memperkuat regulasi pengelolaan sampah.
Pada tahun 2025, DLH secara resmi memasukkan kebijakan terkait trapper dan sistem pengelolaan sampah terpadu, yang mulai diterapkan di beberapa titik wilayah sebagai bagian dari upaya pengurangan dan pengendalian sampah dari sumbernya.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA.
Oleh karena itu, kami dorong pengelolaan dari hulu dengan regulasi dan program yang terintegrasi,” ujar Kepala Dinas DLH Cilegon Sabri Mahyudin.
Selain fokus pada penanganan sampah dan limbah, DLH Kota Cilegon juga menaruh perhatian besar pada pembangunan kesadaran lingkungan melalui edukasi sejak dini.
Sepanjang 2025, DLH bekerja sama dengan sekolah-sekolah serta mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam menjalankan program edukasi lingkungan hidup.
Program tersebut menunjukkan perkembangan signifikan.
Dari yang awalnya hanya melibatkan 4 sekolah sebagai pilot project, kini telah berkembang menjadi 20 sekolah yang aktif menjalankan program lanjutan edukasi lingkungan hidup.
Program ini mencakup pengelolaan sampah sekolah, pemilahan, pengurangan sampah plastik, serta pembiasaan perilaku ramah lingkungan di lingkungan pendidikan.
Meski dalam pelaksanaannya DLH mengakui masih menghadapi sejumlah kendala, baik dari sisi sarana, sumber daya, maupun partisipasi masyarakat, namun capaian tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam membangun budaya peduli lingkungan di Kota Cilegon.
Memasuki tahun 2026, DLH Kota Cilegon telah menyiapkan sejumlah rencana lanjutan.
Salah satunya adalah memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk pihak swasta dan komunitas lingkungan.
Melalui kolaborasi tersebut, DLH menargetkan dapat mengedukasi sekitar 100 hingga 150 sekolah di seluruh Kota Cilegon.
Target tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Cilegon yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Edukasi menjadi investasi jangka panjang.
Jika kesadaran lingkungan tertanam sejak sekolah, maka dampaknya akan sangat besar bagi masa depan kota ini,” tutupnya.
Reporter: Shinta Berlian/ Bagus
Editor: Redaksi























