CILEGON, JURNALKUHP.COM — Dalam semangat membangun komunikasi positif antara pemerintah, media, dan kalangan muda, Pimpinan Redaksi Jurnal KUHP, Zainal Mutakin, bersama tim redaksi menggelar dialog produktif dengan Asisten Daerah I Kota Cilegon, Bambang Hario Bintan, di ruang rapat Asda I, Senin (10/11/2025).
Pertemuan tersebut berlangsung hangat, sarat gagasan, dan menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi strategis antara mahasiswa, media, dan pemerintah.
Dalam pemaparannya, Zainal Mutakin menjelaskan bahwa forum dialog mahasiswa yang diinisiasi oleh Jurnal KUHP merupakan wadah edukatif untuk menghimpun aspirasi, gagasan, serta pandangan kritis dari lima fakultas se-Kota Cilegon. Melibatkan 50 mahasiswa sebagai peserta awal, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran demokrasi sekaligus penyalur ide-ide konstruktif.
“Forum ini lahir dari semangat cinta terhadap Kota Cilegon. Mahasiswa kami dorong untuk memahami makna pemerintahan, demokrasi, dan tanggung jawab sosial. Hasil dari forum tersebut kami arahkan menjadi bahan audiensi dengan pemerintah dan OPD, bukan hanya untuk berdialog, tetapi juga untuk menghasilkan gerakan nyata demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Zainal.
Ia menegaskan, fokus utama pergerakan mahasiswa bersama Jurnal KUHP terbagi dalam berbagai bidang, beberapa diantaranya yaitu pendidikan, sosial, dan prestasi, yang kesemuanya bertujuan memperkuat partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.
“Mahasiswa merupakan pilar demokrasi yang jika diarahkan dengan baik, akan menjadi kekuatan positif. Karena itu, kami tidak ingin mereka terjebak dalam kepentingan politik, tapi menjadi mitra strategis pemerintah,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Bambang Hario Bintan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh Jurnal KUHP dan mahasiswa Cilegon. Ia menilai, semangat kemitraan ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Cilegon dalam mewujudkan masyarakat sejahtera dan berdaya saing.
“Kami sangat mengapresiasi ide-ide seperti ini. Pemerintah tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa dukungan generasi muda dan media massa. Media memiliki hak kontrol sosial, dan pemerintah harus siap dikritik untuk kebaikan bersama,” ungkap Bambang.
Menurut Bambang, semangat yang dibangun oleh Jurnal KUHP dan mahasiswa selaras dengan misi keenam RPJMD Kota Cilegon, yakni peningkatan kualitas hidup masyarakat secara merata. Ia juga menegaskan pentingnya integrasi ide-ide mahasiswa ke dalam perencanaan pembangunan melalui koordinasi dengan Bappeda dan dinas teknis seperti Dispora, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan.
“Suara mahasiswa adalah suara rakyat Cilegon. Kami siap memfasilitasi aspirasi mereka agar bisa diakomodasi menjadi program nyata di OPD teknis. Bahkan jika perlu, usulan mahasiswa bisa dirumuskan menjadi rancangan peraturan daerah melalui Dispora dan DPRD,” jelasnya.
Bambang juga menekankan bahwa meskipun pemerintah saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran akibat pengurangan dana transfer pusat, pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Pak Wali selalu mengingatkan, pelayanan publik tidak boleh dikurangi. Kita bisa hemat di hal-hal seremonial, tapi jangan mengorbankan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Shinta Berlian, broadcaster Jurnal KUHP, menambahkan bahwa rencana audiensi ke sejumlah OPD, DPRD, hingga KPK RI, Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan bagian dari langkah strategis memperkuat koordinasi lintas lembaga.
“Kami ingin menjadikan forum mahasiswa ini bukan sekadar wadah diskusi, tetapi juga sarana advokasi dan pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan media. Dialog yang berlangsung penuh semangat ini menjadi refleksi bahwa partisipasi generasi muda dan media massa merupakan bagian penting dari proses pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Reporter: Tim
Editor: Redaksi.





















