SUMATERA, JURNALKUHP.COM – Sabtu (30/8/2025) menjadi hari bersejarah bagi keluarga besar Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Di Gedung GKU 2 Institut Teknologi Sumatera (Itera), pukul 15.15 WIB, Muhammad Rivaldo Avicenna—putra pertama Lurah Kebonsari, Asep Muzayin, S.E.—diumumkan sebagai Juara 3 Lomba Poster Ilmiah Tingkat Nasional dalam ajang bergengsi Science Fest 2025.
Muhammad Rivaldo Avicenna, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains, ITERA, berhasil mengukir prestasi melalui karya inovatif bertajuk “Smart Air Quality Monitor: Peran Mahasiswa Hadapi Polusi Udara dengan Teknologi IoT”. Poster ilmiah ini mengangkat isu penting kualitas udara dan menawarkan solusi berbasis teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau polusi secara real-time.
Dalam penelitiannya, Rivaldo menekankan urgensi inovasi di bidang kesehatan lingkungan. Dengan memanfaatkan sensor DHT11, ESP32 Devkit V1, hingga aplikasi Blynk IoT, sistem ini mampu mendeteksi parameter udara seperti kelembapan, suhu, hingga kadar gas berbahaya (CO2, Aseton, Alkohol) dan langsung menampilkannya di ponsel pintar masyarakat.

Karya tersebut mendapat perhatian dewan juri karena dinilai mampu menjawab tantangan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Dalam momen penuh kebanggaan itu, sang ayah, Asep Muzayin, S.E., menyampaikan harapan besar bagi putranya dan juga Pemuda Cilegon.
“Saya berharap prestasi yang diraih Rivaldo bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kebonsari, Kota Cilegon, dan Indonesia. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi melalui pendidikan dan inovasi,” ujarnya dengan penuh rasa haru.

Ajang Science Fest 2025 sendiri mempertemukan mahasiswa dari berbagai kampus besar di Indonesia. Juara 1 diraih oleh Isroni dari ITERA, disusul Agung Ramadhan Sadikin dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai Juara 2, dan Muhammad Rivaldo Avicenna sebagai Juara 3.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa putra daerah, termasuk dari Cilegon, mampu bersaing di kancah nasional. Lebih dari sekadar piala, prestasi ini adalah tonggak awal perjalanan seorang pemuda Cilegon dalam mewujudkan mimpi besar: melahirkan karya yang bermanfaat untuk masyarakat luas.
Redaksi.























