Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Kriminal

Sejumlah petani di Desa muaradua kacamatan cikulur, menjadi korban intimidasi oleh sekolompok orang yang tidak dikenal

×

Sejumlah petani di Desa muaradua kacamatan cikulur, menjadi korban intimidasi oleh sekolompok orang yang tidak dikenal

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Lebak, JURNALKUH.COM – Sejumlah petani di Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten menjadi korban intimidasi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, Rabu, (16/7/2025).

Peristiwa tersebut dipicu lantaran warga telah dianggap menggarap lahan milik perkebunan karet.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Berdasarkan video viral yang dilihat tampak sekelompok preman itu mendatangi para petani dan merusak tanaman serta melakukan pengancaman dengan menggunakan golok kepada para petani, kamis /17/72025

Menurut salah seorang petani, Eep, mengatakan, peristiwa itu terjadi saat ia dan 26 petani lainnya tengah menggarap lahan perkebunan sekitar pukul 08.00 WIB. Namun tiba-tiba mereka didatangi sekelompok orang yang tidak dikenal sambil membawa parang,

Selain itu, para preman juga turut merusak tanaman hingga merobohkan paksa empat buah gubuk yang sebelumnya dibangun oleh para petani.

“Mereka datang bergerombol langsung merusak tanaman dan merobohkan gubuk. Kami ketakutan. Pohon pisang, kelapa, hingga singkong yang sudah ditanam semuanya dipotong pakai golok,” kata Eep, kepada media saat ditemui di lokasi kejadian,

Eep mejelaskan, Sempat terjadi keributan akibat kejadian itu. Kata Eep, preman juga turut melontarkan kata-kata yang berisi ancaman sekaligus meminta agar para petani berhenti menggarap lahan.

“Dua petani yang juga rekan saya bahkan sekarang masih terbaring karena trauma diacungkan parang dan diancam,” ujarnya.

Menurut Eep, kelompok OTK membubarkan petani, lantaran tidak terima lahan perkebunan karet dimanfaatkan warga.

“Mungkin kami dianggap menganggu perkebunan,” jelas Eep.

Ia mengungkapkan, warga mulai menggarap lahan perkebunan karet sejak tahun 2020, dengan cara memanfaatkan gawangan karet.

“Kita tanami pisang, jagung, kacang dan bibit kelapa dan lainya, dari tahun 2020,” kata dia.

Ia mengaku tidak mengetahui jumlah lahan yang digarap warga, dikarenakan warga hanya memanfaatkan lahan sementara untuk ditanami pertanian.

“Kalau luas tidak tahu, jadi kami hanya menggarap dan tidak mengukur lahan yang digunakan,” ucapnya.

Kata dia, jumlah warga yang menggarap lahan perkebunan karet ada sebanyak 30 orang.

“Ada 30 orang yang garap, semuanya warga Kecamatan Cikulur,” ungkapnya.

Tak hanya itu, warga juga sempat melakukan mediasi bersama pihak perkebunan, namun tidak menemukan titik temu.

“Nah akhirnya kami larikan ke Polres Lebak, dan melaporkan terkait peristiwa itu,” pungkasnya.

 

Caption: saat sejumlah petani di Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten menunjukan kerusakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, Rabu (16/7/2025).

 

Reporter :Hendri

Editor : Redaksi Biro kabupaten Lebak

 

Example 120x600