CILEGON, JURNALKUHP.COM – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman almarhum AKP Edi Darmawansyah yang dilaksanakan secara kedinasan oleh jajaran Polres Cilegon di TPU Warga PCI Blok D dan E, Kelurahan Cibeber, Cilegon, Minggu (03/05/2026).
Langit siang menjadi saksi bisu iringan doa dan air mata saat jenazah Wakapolsek Pulomerak tersebut tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 13.15 WIB. Keluarga, kerabat, serta rekan sejawat tampak larut dalam kesedihan mendalam, melepas kepergian sosok Bhayangkara yang dikenal berdedikasi tinggi, rendah hati, dan penuh loyalitas dalam pengabdian.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Polres Cilegon menggelar Upacara Persada pemakaman secara kedinasan yang dipimpin langsung oleh Martua Raja Taripar Laut Silitonga selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, AKP Agustian bertindak sebagai Perwira Upacara dan IPDA Dwi Maryanto sebagai Komandan Upacara.
Di tengah suasana khidmat, pembacaan riwayat hidup singkat almarhum menjadi pengingat akan perjalanan panjang pengabdian AKP Edi Darmawansyah sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Almarhum diketahui meninggal dunia pada Sabtu malam (02/05/2026) pukul 19.33 WIB di kediamannya akibat sakit.
Dalam amanatnya, Kapolres Cilegon menegaskan bahwa upacara kedinasan ini merupakan wujud penghargaan institusi atas jasa, dedikasi, dan loyalitas almarhum selama bertugas kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kepergian almarhum merupakan duka mendalam bagi keluarga besar Polres Cilegon. Beliau adalah sosok teladan yang meninggalkan jejak pengabdian tulus dan semangat kerja yang patut dikenang,” ungkap Kapolres dengan nada penuh haru.
Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk menerima kepergian almarhum dengan ikhlas, seraya mendoakan agar seluruh amal ibadahnya diterima, diampuni segala khilafnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Suasana semakin haru saat perwakilan keluarga menyampaikan sambutan. Dengan suara bergetar, pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polri, khususnya Polres Cilegon, atas penghormatan terakhir yang diberikan melalui prosesi pemakaman kedinasan. Keluarga juga memohon doa serta keikhlasan atas segala kesalahan almarhum semasa hidupnya.
Di pusara yang perlahan tertutup tanah, tersimpan kisah pengabdian panjang seorang Bhayangkara yang telah menuntaskan tugasnya. Kepergian AKP Edi Darmawansyah tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga inti, tetapi juga bagi seluruh anggota Polres Cilegon yang kehilangan sosok sahabat, senior, dan teladan.
Prosesi ditutup dengan penghormatan terakhir, tabur bunga, serta doa yang mengudara, menjadi ungkapan terima kasih institusi kepada almarhum. Sebuah penghormatan terakhir bagi seorang abdi negara yang telah mengabdikan hidupnya dengan penuh keikhlasan.
“Jasamu akan selalu hidup dalam ingatan,” menjadi pesan tak terucap yang mengiringi kepergian almarhum menuju peristirahatan terakhir. (Zain/red).























