Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaLaporan KhususMediaNasionalPemerintahPERSSosial

Tingkatkan Kualitas Lulusan, SMKN 1 Cilegon Jadi Sekolah Percontohan Program Pengusaha Muda

×

Tingkatkan Kualitas Lulusan, SMKN 1 Cilegon Jadi Sekolah Percontohan Program Pengusaha Muda

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON,JURNALKUHP.COM – SMKN 1 Cilegon ditetapkan sebagai sekolah percontohan dalam pelaksanaan Program Indonesia Entrepreneur Academy (IEA) di Provinsi Banten. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Koperasi dan UKM, yang bertujuan mencetak wirausahawan muda serta menekan angka pengangguran di kalangan lulusan SMK.

Kepala SMKN 1 Cilegon, H. Widodo, menyatakan bahwa program ini akan membekali siswa dengan keterampilan bisnis yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. “Peserta akan mendapatkan pembinaan intensif di bidang manajemen, akuntansi, serta pengembangan ide bisnis yang kreatif dan berkelanjutan,” ujarnya pada Rabu, 3 September 2025.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Program ini difokuskan pada empat sektor unggulan, yaitu: kuliner, fashion, desain, dan digital. Keempat sektor tersebut dipilih karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh generasi muda dalam konteks lokal maupun global.

Yang menarik, evaluasi peserta dilakukan menggunakan teknologi assessment DNA yang dikembangkan oleh Ari Ginanjar, pendekatan inovatif yang memungkinkan identifikasi potensi dan karakter kewirausahaan secara lebih personal dan tepat sasaran.

Sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler, program ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan jiwa wirausaha, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas produk atau ide bisnis mereka. Hal ini sejalan dengan semangat menciptakan merek-merek lokal dari sekolah-sekolah di Banten yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Melalui program ini, kami ingin menciptakan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tapi juga siap menciptakan lapangan kerja,” tambah H. Widodo. Ia optimistis bahwa inisiatif ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan vokasi di Kota Cilegon dan Provinsi Banten secara umum.

REPORTER : Bagus ramadhan
EDITOR : Jurnalkuhp.com

Example 120x600