Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Oknum

Tanoe Wijaya Ketua Grib Jaya mengecam keras oknum kades Dan Camat 

×

Tanoe Wijaya Ketua Grib Jaya mengecam keras oknum kades Dan Camat 

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Lebak, JURNALKUHP.COM – Polemik antara Kepala Desa Bojongjuruh dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Banjarsari memanas, setelah seorang kepala desa diduga menghina profesi guru sebagai pendidik.

Insiden tersebut memantik kemarahan para guru di Kecamatan Banjarsari. Pada Jumat (28/11/2025), ratusan guru mendatangi kantor kecamatan untuk menuntut klarifikasi dan permintaan maaf langsung dari Kepala Desa Bojongjuruh, dengan disaksikan Camat Banjarsari.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Ketua Grib Jaya Kecamatan Banjarsari, Tanoe Wijaya, menilai kepala desa dan camat terkesan menghindari persoalan sehingga memperpanjang polemik. Ia menegaskan bahwa kepala desa dinilai sulit memberikan klarifikasi secara langsung.

“Saya mengecam keras oknum Kades Bojongjuruh yang melecehkan profesi guru. Kalau tidak ada guru, dia belum tentu bisa membaca dan menulis, bahkan belum tentu menjadi kepala desa. Banyak persyaratan yang harus ditempuh, contohnya ijazah,” tegas Tanoe Wijaya.

Ia menambahkan, kepala desa harus segera meminta maaf secara langsung kepada PGRI Kecamatan Banjarsari agar tidak memicu kemarahan lebih besar dari para guru.

“Sekali lagi saya mengecam keras oknum kades yang seolah-olah tidak punya etika,” pungkasnya.

Hingga beritan ini di terbitkan tim media masih berusaha untuk mengkonfirmasi pihak-pihak terkait

 

 

Reporter : tim

Editor : Redaksi biro kb leba

Example 120x600