CILEGON, JURNALKUHP.COM — Banjir ganas yang melanda Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, nyaris melumpuhkan aktivitas warga. Air bah yang meluap akibat jebolnya tanggul Kali Ingas dan tersumbatnya drainase, merendam permukiman hingga setinggi pinggang orang dewasa. Namun di tengah kepanikan warga, Pemerintah Kota Cilegon bergerak cepat, mengerahkan seluruh kekuatan untuk memutus ancaman bencana yang lebih besar.
Menindaklanjuti instruksi Wali Kota Cilegon dan hasil rapat koordinasi penanganan banjir, jajaran Kelurahan Ramanuju bersama perangkat daerah langsung turun ke lapangan. Fokus utama adalah membuka sumbatan aliran air yang memicu luapan Kali Ingas di lingkungan Bonakarta.
Tanpa menunggu waktu lama, alat berat diturunkan untuk mengeruk sedimentasi yang menumpuk di saluran drainase dan badan sungai. Langkah ini menjadi kunci agar aliran air kembali normal dan genangan di permukiman warga bisa segera surut.
Banjir tercatat merendam RW 01 yang meliputi RT 01 dan RT 03, serta RW 02 yang meliputi RT 04 dan RT 06. Warga di kawasan ini sempat terjebak dalam genangan tinggi, dengan air mengalir deras masuk ke rumah-rumah akibat tanggul sungai yang jebol.
Lurah Ramanuju, Euis, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menghadapi situasi darurat tersebut.
“Kami langsung bergerak sesuai instruksi dan hasil rapat koordinasi Pemkot Cilegon. Fokus utama adalah penanganan darurat agar genangan cepat surut, sembari menyiapkan langkah lanjutan,” tegasnya, Rabu (14/1/2026).
Tidak berhenti pada penanganan darurat, Pemkot Cilegon juga menyiapkan langkah strategis. Melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), perbaikan dan penguatan kembali tanggul Kali Ingas yang jebol segera diprogramkan. Pemerintah kota bahkan membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah terdampak melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), demi mempercepat pemulihan infrastruktur lingkungan.
Pemkot Cilegon menegaskan komitmen jangka menengah dan panjang untuk membentengi kota dari teror banjir. Normalisasi saluran air, penguatan sistem drainase, hingga penanganan titik-titik rawan akan terus digencarkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan bahwa perang melawan banjir bukan hanya tugas negara. Masyarakat diminta ikut bertanggung jawab dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, karena setiap sampah yang menyumbat saluran air bisa berubah menjadi pemicu bencana.
Dengan kerja cepat, alat berat, dan kolaborasi semua pihak, Pemkot Cilegon bertekad memastikan Ramanuju bangkit dari genangan, dan tidak lagi menjadi korban keganasan Kali Ingas.
Redaksi.























