CILEGON, JURNALKUHP.COM — Pemerintah Kelurahan Kedaleman, Kota Cilegon, memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 1.056 dokumen layanan administrasi diterbitkan, pembangunan infrastruktur lingkungan direalisasikan di sejumlah titik, serta program pelatihan kerja digulirkan untuk menekan angka pengangguran.
Hal itu disampaikan Lurah Kedaleman, Faisal Tanjung, saat ditemui di Kantor Kelurahan Kedaleman, Kamis (12/2/2026).
Menurut Faisal, pelayanan publik menjadi prioritas utama sepanjang tahun berjalan. Dari total 1.056 layanan administrasi yang diterbitkan, mayoritas berupa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
“Alhamdulillah, pelayanan berjalan lancar. Total sekitar 1.056 layanan administrasi kami keluarkan selama 2025,” ujar Faisal.
SKTM tersebut, lanjutnya, banyak digunakan warga untuk kepentingan pendidikan, khususnya pengurusan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa tingkat SD dan SMP, serta kebutuhan bantuan sosial lainnya.
Infrastruktur Lingkungan Diserap Rp280 Juta
Selain administrasi, Kelurahan Kedaleman juga mengelola anggaran sekitar Rp280 juta pada 2025 untuk peningkatan sarana dan prasarana lingkungan.
Realisasi pembangunan meliputi:
- 15 titik pembangunan jalan lingkungan (PCL),
- 2 titik paving block,
- 2 titik drainase.
Faisal menegaskan, pembangunan difokuskan pada peningkatan aksesibilitas warga serta meminimalisasi genangan air saat musim hujan.
“Kami berupaya agar pembangunan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Penduduk 10.600 Jiwa, Pelayanan Diklaim Tetap Optimal
Dari sisi demografi, jumlah penduduk Kelurahan Kedaleman kini mencapai sekitar 10.600 jiwa, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Meski terjadi pertambahan penduduk, pihak kelurahan mengklaim pelayanan tetap berjalan optimal.
“Kami terus berupaya menjaga kualitas pelayanan meskipun jumlah warga terus bertambah,” tambah Faisal.
Pelatihan Security dan Dorong Prioritas Tenaga Lokal
Dalam mendukung program Pemerintah Kota Cilegon menekan angka pengangguran, Kelurahan Kedaleman menggelar pelatihan satuan pengamanan (security) pada 2025.
Sebanyak 10 peserta mengikuti pelatihan selama 10 hari dan memperoleh sertifikat resmi sebagai bekal melamar kerja.
“Memang masih terbatas 10 orang karena anggaran, tapi ini langkah awal agar warga memiliki kompetensi dan sertifikasi,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihak kelurahan juga aktif berkoordinasi dengan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Kedaleman. Setiap ada perusahaan baru, kelurahan mendatangi manajemen untuk meminta agar warga lokal diprioritaskan dalam rekrutmen tenaga kerja.
“Minimal warga sekitar mendapat kesempatan lebih dulu. Ini bagian dari upaya mengurangi pengangguran,” tegasnya.
UMKM Masih Hadapi Tantangan
Di sektor ekonomi kerakyatan, perkembangan UMKM di Kedaleman disebut masih menghadapi tantangan akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Meski demikian, pemerintah kelurahan tetap melakukan pendampingan dan mendorong inovasi produk serta strategi pemasaran.
“Kami terus support UMKM agar bisa berinovasi dan meningkatkan penjualan, meskipun kondisi ekonomi masih belum maksimal,” katanya.
Menutup pemaparannya, Faisal Tanjung menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pembangunan infrastruktur, memperluas pelatihan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
“Harapan kami, pelayanan semakin baik, pembangunan merata, dan kesejahteraan masyarakat Kedaleman terus meningkat,” pungkasnya.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi























