CILEGON – Dalam rangka percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) tahun 2030, Puskesmas Pulomerak bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon menggelar monitoring dan evaluasi program TBC dan HIV sekaligus sosialisasi pembentukan Kelurahan Siaga TBC di Kecamatan Pulomerak.
Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Pulomerak ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Pulomerak drg. Novita Ambar Uma, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Cilegon Eha Solihah, SKM., M.KM., serta para pemegang program TBC-HIV, kader kesehatan, Kasi Pemberdayaan Masyarakat, dan penanggung jawab program.
drg. Novita menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respon terhadap program prioritas nasional sekaligus Quick Win Presiden untuk eliminasi TBC pada 2030. “Kami ingin mengejar target dengan melibatkan lintas sektoral, kader, dan lembaga kemasyarakatan dalam edukasi, pengawasan minum obat, serta deteksi dini gejala TBC,” ujarnya.
Sementara itu, Eha Solihah menambahkan bahwa pembentukan Kelurahan Siaga TBC merupakan anjuran Kementerian Dalam Negeri karena penanggulangan TBC bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dinkes Cilegon bahkan telah menerbitkan surat edaran agar setiap puskesmas membentuk tim penanggulangan TBC di kelurahan, sekaligus mengajukan anggaran mandatori melalui DPWKL demi keberlanjutan program.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan target penemuan kasus TBC di Kota Cilegon sebesar 1.826 kasus per tahun dapat tercapai, sekaligus menurunkan stigma masyarakat terhadap pasien TBC.
REPORTER : Bagus ramadhan
EDITOR : Jurnalkuhp.com

























