CILEGON, JURNALKUHP.COM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon bersama Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) Kota Cilegon terus memperkuat kolaborasi di bidang kesehatan masyarakat, khususnya pemeriksaan kesehatan mata bagi anak dan remaja usia sekolah.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama mempersiapkan generasi muda yang sehat dan mampu berkembang secara optimal menuju momentum Generasi Emas Indonesia 2045.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Drs. H. Fajri Ali, MM, melalui kolaborasi tersebut mendorong agar pengelolaan zakat dan program sosial dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi dengan IROPIN Cilegon juga menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan generasi muda, terutama karena kondisi penglihatan dapat berkaitan dengan aktivitas belajar peserta didik.
Kegiatan tersebut dimotori oleh Ian Saeful Malik sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan karya sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan mata dilakukan secara sistematis terhadap peserta didik untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya gangguan penglihatan, khususnya kelainan refraksi.
Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat membuat siswa mengalami kesulitan dalam membaca, melihat tulisan di papan kelas, mengikuti materi pembelajaran, maupun menjalankan berbagai aktivitas pendidikan lainnya.
Karena itu, pemeriksaan mata sejak usia sekolah tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kesempatan anak untuk mengikuti proses pendidikan secara optimal.
Program kolaborasi BAZNAS Kota Cilegon dan IROPIN Cilegon sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2025.
Pada tahap tersebut, sebanyak 640 siswa dari empat sekolah dasar yang berada di dua kelurahan di Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, mendapatkan pemeriksaan kesehatan mata.
Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 291 siswa dinyatakan memiliki kondisi penglihatan dalam kategori normal. Sementara itu, sebanyak 247 siswa teridentifikasi mengalami kelainan refraksi yang memerlukan koreksi penglihatan menggunakan kacamata.
Data tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pemeriksaan kesehatan mata secara berkala bagi peserta didik perlu terus diperhatikan.
Deteksi dini juga penting agar anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat memperoleh tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Memasuki tahun 2026, program tersebut kembali dilaksanakan dengan cakupan sasaran yang lebih luas.
Sebanyak 2.189 siswa dari empat institusi pendidikan di tiga kecamatan di Kota Cilegon mendapatkan pemeriksaan kesehatan mata.
Empat institusi pendidikan tersebut yakni:
- SMP Negeri 5 Kota Cilegon;
- SMP Negeri 6 Kota Cilegon;
- MTs Al Jauharotunnaqiyyah; dan
- SD Negeri Purwakarta.
Dari total 2.189 siswa yang diperiksa, sebanyak 1.047 siswa atau 47,83 persen dinyatakan memiliki kondisi penglihatan normal.
Sementara 1.142 siswa atau 52,17 persen mengalami gangguan penglihatan berupa kelainan refraksi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 690 siswa mengalami kelainan refraksi ringan, sedangkan 452 siswa mengalami kelainan refraksi sedang hingga berat.
Data tersebut menjadi perhatian bersama sekaligus menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan mata secara berkala di lingkungan pendidikan.
Temuan itu tidak semata-mata dimaknai sebagai persoalan kesehatan, tetapi juga menjadi dasar untuk mendorong pemeriksaan lanjutan dan intervensi yang sesuai bagi peserta didik yang membutuhkan.
Komisioner BAZNAS Kota Cilegon Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan, H. Bambang Widiyatmoko, mengatakan kesehatan mata anak dan remaja memiliki kaitan penting dengan proses belajar serta masa depan generasi muda.
“Mata adalah jendela hati, jendela jiwa, dan jendela masa depan generasi bangsa,” ujar Bambang dalam keterangannya.
Menurutnya, dari mata seseorang dapat melihat dunia, membaca, belajar, berkarya, sekaligus menatap masa depan.
Karena itu, menjaga kesehatan mata anak-anak dan remaja dinilai bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan juga bagian dari investasi sumber daya manusia.
Bambang menjelaskan, kegiatan pemeriksaan mata tersebut merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Kota Cilegon bersama Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, IROPIN Kota Cilegon, serta sejumlah mitra layanan medis.
Mitra yang turut mendukung kegiatan tersebut antara lain RS Citra Sundari, RS Mata Achmad Wardi Serang, dan Klinik Utama Mata Saruni Pandeglang.
“Pada kegiatan pemeriksaan kali ini, sebanyak 2.189 siswa telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan mata,” katanya.
Ia menyebut hasil pemeriksaan tersebut perlu menjadi momentum untuk memperkuat langkah pencegahan, pemeriksaan lanjutan, serta intervensi yang tepat bagi peserta didik yang mengalami gangguan penglihatan.
Dari perspektif BAZNAS Kota Cilegon, Bambang menyampaikan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak hanya dapat diarahkan untuk bantuan yang bersifat konsumtif.
Menurutnya, dana umat juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari investasi sosial dan investasi sumber daya manusia yang memberikan manfaat jangka panjang.
“ZIS yang dikelola secara amanah dapat hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, dan dakwah,” ujarnya.
Pemeriksaan kesehatan mata bagi pelajar, lanjutnya, menjadi salah satu contoh pemanfaatan dana umat yang diarahkan pada kemanfaatan masyarakat.
Melalui program tersebut, anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan diharapkan dapat memperoleh penanganan yang sesuai sehingga memiliki kesempatan untuk mengikuti proses pembelajaran secara lebih optimal.
BAZNAS Kota Cilegon dan IROPIN Cilegon berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan cakupan yang semakin luas.
Selain pemeriksaan, keberlanjutan program juga diharapkan mencakup tindak lanjut bagi peserta didik yang membutuhkan koreksi penglihatan, termasuk penggunaan alat bantu berupa kacamata sesuai hasil pemeriksaan.
Langkah tersebut menjadi penting agar kegiatan sosial tidak berhenti pada proses skrining, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi anak-anak yang membutuhkan.
Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, IROPIN Kota Cilegon, tenaga kesehatan, serta seluruh mitra medis yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Semoga kolaborasi ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak-anak Cilegon yang dapat melihat dengan jelas, belajar dengan optimal, dan menatap masa depan dengan penuh percaya diri,” katanya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian langkah kecil namun strategis dalam mempersiapkan generasi yang sehat, memiliki kesempatan belajar yang baik, serta mampu mengembangkan potensi dirinya.
Sebab, ketika gangguan penglihatan dapat ditemukan dan ditangani sejak dini, peserta didik memiliki peluang yang lebih baik untuk menjalani aktivitas belajar tanpa hambatan penglihatan yang sebenarnya dapat dikoreksi.
Dengan semangat kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, organisasi profesi, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, serta masyarakat, kesehatan mata dapat ditempatkan sebagai salah satu bagian dari investasi sumber daya manusia menuju Generasi Emas Cilegon dan Indonesia 2045. (Zain/red).







































