CILEGON, JURNALKUHP.COM — Cyber individu berinisial “Z” mengungkap sebuah fakta mengejutkan terkait keamanan cyber di lingkup pemerintahan Kota Cilegon. Menggunakan teknik sederhana yang dikenal sebagai Google Dorking, Ia berhasil menemukan ratusan situs resmi milik Pemerintah Kota Cilegon yang telah disusupi dan dimanfaatkan oleh peretas untuk menampilkan dan menanamkan SHELL, Keylonger, Toxic Backlink SEO konten promosi judi online.
Penelusuran dilakukan pada hari kamis, (01/05/2025) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, dan hasilnya mencengangkan: hanya dengan membuka 10 halaman hasil pencarian, menggunakan script google dorks site:cilegon.go.id inurl:hacked OR intitle:hacked OR “hacked by” ditemukan lebih dari 50 situs pemerintah yang sudah diretas. Jika dihitung 5 halaman pencarian dan per halaman terdapat sekitar 10 situs, maka estimasi total mencapai 50 situs yang menjadi korban eksploitasi.
“10 halaman x 5 situs saja sudah 50 situs. Ini yang terlihat. Kemungkinan besar jumlah sesungguhnya lebih banyak,” ujar Pimpinan Redaksi JURNALKUHP.COM, yang menjadi salah satu pihak pertama yang mengangkat kasus ini ke publik.
Lalu penelusuran (Z) berikutnya menggunakan Script google dork ini site:cilegon.go.id intext:slot OR intext:judi OR intext:casino OR intext:game , ditemukan sekitar 60 tautan situs pemerintah cilegon yang sudah terinfeksi bahkan sudah dijadikan halaman PROMOSI JUDI ONLINE.
Situs-situs yang seharusnya menjadi garda informasi publik justru berubah menjadi wajah promosi perjudian daring, lengkap dengan tautan aktif dan tampilan yang mencolok. Foto-foto bukti tampilan hasil pencarian Google menunjukkan bahwa laman-laman tersebut telah digantikan oleh halaman penuh iklan dan tautan ke situs judi online.
Yang mengejutkan, ketika pihak JURNALKUHP.COM mencoba menghubungi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Cilegon, tidak ada tanggapan sama sekali atas pesan WhatsApp yang dikirim.
Minimnya respons dari pihak Dinas Kominfo Cilegon menambah kekhawatiran atas lemahnya pengawasan dan respons cepat terhadap insiden Cyber yang berdampak pada citra pemerintahan dan keamanan digital masyarakat.
Ini sebagai alarm keras bahwa keamanan digital instansi pemerintah daerah masih jauh dari standar minimal. Teknik Google Dorking sendiri bukanlah teknik tingkat tinggi, melainkan metode dasar pencarian terbuka yang bisa digunakan oleh siapa saja untuk menemukan celah pada situs yang tidak dikonfigurasi dengan benar.
“Kalau hanya pakai Dork sudah bisa tembus sebanyak ini, bayangkan kalau hacker-nya serius,” ujar Z yang menolak disebutkan identitas lengkapnya karena alasan keamanan.
Saat ini, redaksi JURNALKUHP.COM terus berupaya mendapatkan klarifikasi dan tindakan nyata dari pihak Dinas Kominfo Cilegon serta di tingkat provinsi dan nasional.
Redaksi JURNALKUHP.COM




























