Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaHari Besar IslamHari Besar Nasional

Ramadhan Jadi Momentum Penguatan Karakter Pelajar, Sekolah Diminta Kurangi Tugas Berat

×

Ramadhan Jadi Momentum Penguatan Karakter Pelajar, Sekolah Diminta Kurangi Tugas Berat

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM —Menjelang bulan suci Ramadhan, dunia pendidikan diimbau untuk menyesuaikan ritme pembelajaran agar selaras dengan kebutuhan spiritual dan pembentukan karakter peserta didik. Hal tersebut disampaikan drg. Rully Kusumawardhany, MM, yang menegaskan bahwa telah ada edaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia agar selama Ramadhan siswa tidak dibebani tugas berat.

Kebijakan ini bertujuan memberi ruang bagi para pelajar untuk lebih fokus menjalankan ibadah puasa tanpa meninggalkan kewajiban belajar. Menurutnya, Ramadhan justru menjadi momentum strategis bagi sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Ia menjelaskan, waktu belajar di sekolah dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pemahaman agama Islam, seperti mempelajari sejarah para nabi dan rasul sebagai teladan dalam membentuk tanggung jawab dan keteladanan pelajar. Selain itu, puasa juga mengandung nilai pendidikan moral yang kuat.

“Puasa melatih kejujuran, kedisiplinan, dan integritas. Siswa belajar mengatur waktu sahur dan berbuka, menahan diri dari makan dan minum sejak terbit hingga terbenam matahari, namun tetap menjalankan kewajiban belajar dan membantu orang tua di rumah,” ujarnya.

Ia menilai, jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, ibadah puasa dapat membentuk karakter pelajar yang berakhlak mulia, beradab, dan memiliki ketangguhan moral. Dampaknya tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi juga pada kualitas kepribadian siswa.

Bagi tenaga pendidik, Ramadhan juga menjadi momen refleksi sekaligus penguatan kapasitas diri. Guru didorong untuk melatih kesabaran, memperluas wawasan keagamaan, serta memaksimalkan peran dalam mentransfer ilmu dan nilai moral kepada peserta didik.

Lebih lanjut, jika memungkinkan, sekolah juga diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan pesantren kilat. Namun, kegiatan tersebut diharapkan dikemas secara menarik dan menyenangkan, sekaligus mampu menggali potensi siswa. Bentuk kegiatannya dapat berupa kultum, lomba adzan, hafalan surat pendek, hingga membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar.

Menurutnya, Ramadhan diharapkan membawa perubahan fundamental dalam lingkungan pendidikan, baik bagi pendidik maupun peserta didik. Nilai ilmu, akhlak, dan adab diharapkan dapat terinternalisasi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan penguatan karakter tersebut, pelajar diharapkan tidak mudah terpengaruh dampak negatif perkembangan teknologi maupun pergaulan yang kurang sehat di era modern.

“Ramadhan harus menjadi momentum membangun generasi yang kuat secara moral, berprestasi, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

 

Redaksi.

Example 120x600