CILEGON, JURNALKUHP.COM – Lembaga pendidikan anak usia dini RA Addurriyat Cilegon menegaskan komitmennya dalam menerapkan sistem pendidikan berbasis proses yang menyenangkan bagi anak usia prasekolah. Pendekatan ini diyakini mampu membentuk karakter sekaligus mendorong lahirnya generasi berprestasi sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Kepala RA Addurriyat Cilegon, Eva Sulistianingsih, pada Kamis (05/03/2026) di Cilegon.
Menurut Eva, metode pembelajaran yang diterapkan di sekolahnya harus berlangsung dalam suasana menyenangkan, penuh keceriaan, serta tidak monoton. Suasana belajar yang nyaman dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan optimal anak.
“Pembelajaran harus menyenangkan. Anak-anak harus merasa senang agar proses belajarnya maksimal,” ujarnya.
Peran Guru dan Dukungan Orang Tua
Eva menjelaskan, keberhasilan pendidikan di tingkat prasekolah tidak hanya bergantung pada metode pengajaran, tetapi juga pada semangat dan dedikasi para guru serta dukungan moral dari orang tua.
Kolaborasi antara pihak sekolah dan keluarga, kata dia, menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif, harmonis, serta sesuai dengan tahap perkembangan anak.
“Sinergi antara guru dan orang tua sangat penting agar proses pendidikan berjalan optimal,” tambahnya.
Pendidikan Berbasis Proses
Sementara itu, penasihat RA Addurriyat Cilegon, Amin, menegaskan bahwa lembaga pendidikan anak usia dini tidak seharusnya menekankan hasil instan. Menurutnya, pendidikan prasekolah harus mengutamakan proses perkembangan anak sesuai dengan usianya.
“Kita ini sekolah prasekolah, tentunya mengacu pada proses. Kalau dipaksakan harus langsung jadi, nanti justru repot. Jadi kita jalani sesuai tahapannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan belajar mengajar, sekolah tetap memperkenalkan calistung (membaca, menulis, dan berhitung). Namun pengenalan tersebut dilakukan secara ringan dan tidak menjadi kewajiban yang membebani anak.
“Kita siapkan pembelajaran calistung, tapi sifatnya tidak wajib karena memang usia mereka belum waktunya untuk dipaksakan,” jelas Amin.
Penanaman Nilai Karakter Islami
Selain pengenalan akademik dasar, sekolah lebih menekankan pembentukan karakter. Anak-anak dibiasakan mengucapkan kalimat thayyibah, menjaga kebersihan, belajar berbagi, menghormati sesama, hingga mulai mengenal bacaan Al-Qur’an.
Tidak hanya itu, siswa juga diajarkan untuk membantu orang tua di rumah sebagai bagian dari pendidikan tanggung jawab sejak dini.
Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat.
Raih Prestasi Berjenjang
Berkat pendekatan pendidikan yang konsisten serta kolaborasi antara guru dan orang tua, RA Addurriyat Cilegon telah meraih berbagai prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Prestasi tersebut diraih mulai dari tingkat kecamatan, kota, provinsi hingga nasional. Tidak hanya siswa, para guru juga berhasil menorehkan prestasi dalam berbagai ajang pendidikan.
“Alhamdulillah, dari waktu ke waktu anak didik kami memiliki prestasi. Itu berkat kerja sama orang tua dan dedikasi para guru,” kata Eva.
Terus Lakukan Inovasi Pendidikan
Dalam upaya mencetak generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter, RA Addurriyat Cilegon terus melakukan inovasi serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai konsep pendidikan anak usia dini yang tepat.
Saat ini sekolah juga membuka penerimaan siswa baru hingga Juli 2026 dengan jadwal pembelajaran berjenjang, yaitu:
- Pagi: RA
- Siang: MDTA
- Sore: TKQ/TPQ
Dengan konsep pendidikan yang menekankan proses, keceriaan, serta pembentukan karakter islami, pihak sekolah optimistis dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang kuat.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi























