Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita

Perusahaan Ternak Ayam di Cimangenteung, Rangkasbitung Diduga Abaikan Warga Sekitar dan Diskriminatif

×

Perusahaan Ternak Ayam di Cimangenteung, Rangkasbitung Diduga Abaikan Warga Sekitar dan Diskriminatif

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


LEBAK, JURNALKUHP. COM –Memperkerjakan orang dari luar daerah sementara pribumi tidak diperkerjakan dapat dianggap sebagai sebuah kesalahan. Adanya perusahaan  bertujuan agar warga disekitar perusahaan dapat bekerja sehingga mendapatkan keuntungan secara ekonomi dan mengurangi kesenjangan sosial.

Namun keberadaan Perusahaan ternak ayam di Kampung Bahbul RT 17 RW 05 Desa Cimangenteung Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten lebih memprioritaskan tenaga kerja dari luar daerah atau luar pulau Sementara warga sekitar tidak diperkerjakan. Menurut sumber informasi warga sekitar, pemilik dari perusahaan ternak ayam tersebut berasal dari Medan.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Hal tersebut merupakan sebuah tindakan diskriminatif dimana perusahaan lebih memilih karyawan berdasarkan asal daerahnya sendiri, sementara mengabaikan tenaga pribumi, Selain itu Pihak perusahaan dianggap mengabaikan pada Potensi Lokal Pribumi, padahal soal skill dan kemampuan tidak kalah jauh berbeda, bahkan bisa melebihi tenaga kerja dari luar daerah. Selain itu apabila pekerja atau karyawan kurang baik maka pihak perusahaan  berkewajiban untuk mengadakan training atau pelatihan bagi karyawan supaya memiliki kemampuan dan keterampilan sebagai mana dalam UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Sementara Uci, Kepala Desa Cimangenteung saat dihubungi Awak Media Jurnal KUHP Senin, 27/01/2025 menuturkan prihal yang terjadi diwilayahnya, bahwa dirinya sudah mempertanyakan kepada pihak perusahaan Ternak terkait soal tenaga dari luar daerah dan tidak Memperkerjakan tenaga lokal kampung setempat.

” Saya pertanyakan kepada pihak perusahaan soal tenaga kerja, kenapa gak pakai tenaga kerja kampung sini, jawab pihak perusahaan bahwa tenaga kerja dari kampung sini kurang baik dan kurang disiplin.” Ucap Kepala Desa yang menuturkan pihak perusahaan ternak.

Sementara itu, Ketua Grib Jaya PAC Rangkasbitung Asnan Kumis, menanggapi soal ketidak harmonisan perusahaan Ternak ayam di Kampung Bahbul dengan warga sekitar sangat menyayangkan. Menurut Asnan seharusnya adanya perusahaan dapat membantu dan menguntungkan masyarakat bukan malah merugikan masyarakat, selain itu menurut Asnan seyogyanya dengan adanya perusahaan ternak mengurangi angka pengangguran di kampung setempat.

” Saya berharap pihak perusahaan memperkejakan warga setempat, 70 persen warga pribumi dan 30 persen dari luar.” Ucap Ketua Grib Jaya Rangkasbitung.

Lanjut Asnan seharusnya masyarakat diberikan kompensasi karena dampak adanya ternak ayam menggangu kenyamanan warga seperti banyak lalat yang menjadi sumber datangnya penyakit. ” Harus dikasih kompensasi kalau panen minimal dikasih ayam. Dan saya dengar pihak perusahaan merasa rugi kalau ngasih ayam ke warga, ya kalau rugi jangan usaha dan menurut saya perusahaan gak akan rugi itu hanya alasan saja.” Tutur Asnan.

Kemudian Asnan menyinggung soal jalan yang rusak akibat kendaraan puluhan ton yang melintasi jalan desa atau perkampungan warga sehingga jalan mengalami kerusakan. Masih menurut Asnan, Pihak perusahaan harus merawat dan memperbaiki jalan yang rusak akibat muatan truk pengangkut pakan, muatan truk saat panen ayam serta muatan truk saat membuang limbah kotoran ayam.

“Akibat truk truk hilir mudik keluar masuk perusahaan jalan desa hancur dan rusak, Jika perusahaan tidak memperbaiki dan tidak penuhi tuntutan warga maka saya dari Ormas Grib Jaya dan warga masyarakat akan membuat portal.” Tegas Asnan Kumis.

Sementara tim Awak media mencoba mendatangi perusahaan ternak tersebut, pintu gerbang terkunci rapat dan tidak ada satpam atau petugas keamanan di pos jaga milik perusahaan Senin, (27/01/2025)

Reporter : Hendri H, Anang ST

Editor : Ahmad Jajuli ( Redaksi Kab Lebak)

Example 120x600