CILEGON, JURNALKUHP.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) menggelar kegiatan penanaman jagung di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis kolaborasi lintas sektor.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang mendorong keterlibatan aktif institusi kepolisian dalam mendukung sektor pertanian. Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia terkait larangan penanaman jagung di lahan sawah aktif, Polda Banten mengarahkan pemanfaatan lahan alternatif seperti perhutanan sosial dan lahan kosong produktif.

Kepala Kepolisian Daerah Banten, Irjen Pol. Drs. Hengki, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa program ini harus berjalan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
“Kolaborasi ini tidak boleh berhenti pada tahap penanaman saja, tetapi harus berlanjut pada perawatan, panen, hingga pemasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Lahan yang digunakan dalam kegiatan ini berada di Kelurahan Bagendung dengan luas kurang dari satu hektare, milik warga setempat, Haji Saihu. Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian produktif di wilayah perkotaan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten, Kapolres Cilegon, unsur TNI melalui Danramil setempat, Kepala Dinas Pertanian Kota Cilegon, perwakilan Bulog, Camat Cilegon, Lurah Bagendung, tokoh masyarakat, serta para ketua RT dan RW. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan sinergi kuat dalam mendukung program ketahanan pangan.
Selain itu, kegiatan penanaman jagung ini juga terhubung secara daring dengan konferensi nasional yang diikuti oleh Kapolri, Menteri Kehutanan, dan Menteri Pertanian Republik Indonesia di berbagai daerah, sebagai bagian dari gerakan penanaman serentak di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Lurah Bagendung, Eha, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polairud Polda Banten. Ia menilai program tersebut mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Kami atas nama warga Bagendung sangat berterima kasih kepada Polairud Polda Banten. Program tanam jagung ini menjadi pemicu semangat kami untuk ikut mewujudkan swasembada pangan. Kami siap mengawal dari tahap tanam hingga panen agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui program ini, diharapkan Provinsi Banten dapat menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengembangan komoditas pangan, khususnya palawija, dengan memanfaatkan lahan alternatif secara optimal dan berkelanjutan.
Reporter: Shinta Berlian























