Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaKritik PublikLaporan KhususLaporan WargaSosial

Paguyuban Lapak Priuk Resmi Dibentuk, Warga Sukmajaya Satukan Perjuangan Cari Keadilan

×

Paguyuban Lapak Priuk Resmi Dibentuk, Warga Sukmajaya Satukan Perjuangan Cari Keadilan

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Warga Lapak Priuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon resmi membentuk Paguyuban Lapak Priuk dalam kegiatan deklarasi dan pelantikan pengurus yang digelar pada Jumat malam (08/05/2026).

Pembentukan paguyuban tersebut menjadi bentuk persatuan warga yang selama ini tinggal di kawasan Lapak Priuk. Organisasi itu dibentuk sebagai wadah perjuangan masyarakat dalam memperkuat solidaritas dan memperjuangkan hak-hak warga secara bersama-sama.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Ketua Paguyuban Lapak Priuk Kota Cilegon, Hari Mulyana mengatakan, selama ini warga dinilai kerap terpecah-pecah dalam menghadapi persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.

Karena itu, paguyuban dibentuk agar masyarakat memiliki kekuatan bersama serta dapat menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.

“Tujuan paguyuban ini untuk membangun kebersamaan. Selama ini warga terpecah-pecah, padahal kami berdiri di tanah yang sama. Kami ingin bersatu dan memperjuangkan hak kami secara baik,” ujar Hari Mulyana.

Menurutnya, sekitar 70 kepala keluarga yang tinggal di kawasan Lapak Priuk hanya menginginkan kehidupan yang tenang serta adanya kepastian hak sebagai warga negara.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan perlakuan yang adil kepada masyarakat kecil yang telah lama tinggal di wilayah tersebut.

“Kami rakyat Indonesia juga punya hak yang sama. Harapan kami hanya ingin diperlakukan adil dan tetap menjaga gotong royong serta kebersamaan,” tambahnya.

Perwakilan warga Lapak Priuk, Sukarji menyampaikan, sebagian warga telah menetap di kawasan itu sejak puluhan tahun lalu, bahkan ada yang tinggal sejak tahun 1988.

Namun sejak tahun 2022, warga mengaku mulai mengalami tekanan dan intimidasi terkait persoalan status lahan yang mereka tempati.

“Kami hanya ingin dimanusiakan. Kalau memang harus ada penyelesaian, lakukan dengan cara yang baik. Jangan sampai warga kecil terus merasa terintimidasi,” ungkap Sukarji.

Ia menjelaskan, mayoritas warga Lapak Priuk merupakan masyarakat kurang mampu yang bekerja sebagai pemulung dan pekerja harian. Karena itu, warga berharap pemerintah hadir memberikan solusi yang manusiawi dan tidak merugikan masyarakat kecil.

Sementara itu, Aktivis Nasional, Nicho Silalahi turut mengapresiasi terbentuknya Paguyuban Lapak Priuk. Ia menilai organisasi warga tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran bersama untuk memperjuangkan hak masyarakat secara mandiri.

“Kami bangga dengan launching paguyuban ini. Artinya sudah muncul kesadaran bersama bahwa rakyat harus mampu memimpin perjuangannya sendiri. Tugas kami hanya mendampingi agar mereka tidak salah arah,” katanya.

Nicho juga menyoroti adanya dugaan konflik agraria dan persoalan hukum terkait klaim kepemilikan lahan yang saat ini masih berlangsung.

Menurutnya, paguyuban harus menjadi wadah musyawarah warga agar masyarakat tidak mudah diadu domba maupun diprovokasi pihak tertentu.

“Kami ingin rakyat sendiri yang berbicara dan menentukan nasibnya melalui organisasi yang mereka bentuk. Paguyuban ini harus menjadi alat perjuangan bersama demi mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Kegiatan pelantikan pengurus Paguyuban Lapak Priuk berlangsung penuh kebersamaan dan dihadiri warga setempat. Masyarakat berharap paguyuban tersebut dapat menjadi jembatan perjuangan hak-hak warga kecil sekaligus mendorong hadirnya solusi yang adil dan manusiawi bagi masyarakat Lapak Priuk, Kota Cilegon.

Reporter: Bagus R.

Example 120x600