Lebak, JURNALKUHP.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan asupan gizi anak sekolah, menuai keluhan dari orang tua murid di SDN 3 Sukadaya, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.
Keluhan tersebut terkait menu makanan yang dibagikan kepada siswa. Salah satu menu dalam paket MBG diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi atau basi, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan anak-anak.
Salah satu orang tua murid mengungkapkan, anaknya menerima paket makanan dari dapur MBG yang berlokasi di Kampung Cibangkur, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Dalam paket tersebut terdapat empat jenis menu, yakni:
Ubi ungu (diduga basi)
Telur 1 butir
Susu 1 botol kecil
Kurma 4 butir
Menurut keterangannya, ubi ungu yang diterima mengeluarkan aroma tidak sedap dan diduga sudah tidak segar. “Anak saya bilang rasanya aneh dan baunya kurang enak. Kami khawatir jika dikonsumsi bisa menyebabkan sakit perut atau gangguan kesehatan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Solihin selaku perwakilan dari SPPG Dapur Aura Prima Rasa saat dikonfirmasi menyampaikan klarifikasinya.
“Walikumsalam, siap abangkuh 🙏 Owh itu mah udah clear bang aman, tadi pagi udh beres, cuma miskomunikasi aja 🙏,” ujarnya singkat.(rabu/25/2/2026)
Di sisi lain, Agus Kicir selaku aktivis Banten mempertanyakan persoalan kelayakan makanan yang disalurkan serta kesesuaian menu dengan standar gizi dan standar harga yang telah ditetapkan dalam program MBG. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program pemerintah harus mengacu pada pedoman Angka Kecukupan Gizi (AKG) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019, serta ketentuan standar biaya yang berlaku.
“Perlu ada transparansi, apakah menu yang dibagikan sudah memenuhi standar gizi dan apakah anggaran per porsinya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Jangan sampai program yang baik justru menimbulkan persoalan di lapangan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak Satgas BGN maupun Korwil BGN terkait hasil evaluasi atas keluhan tersebut.
Editor : Redaksi biro kb Lebak























