Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Bantuan SosialBerita NasionalDinas KesehatanPemerintahPemkot Cilegon

Dinas Kesehatan Kota Cilegon Perkuat Kelurahan Siaga TBC, drg. Ratih Purnamasari: Kolaborasi Jadi Kunci Eliminasi TBC 2030

×

Dinas Kesehatan Kota Cilegon Perkuat Kelurahan Siaga TBC, drg. Ratih Purnamasari: Kolaborasi Jadi Kunci Eliminasi TBC 2030

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Dinas Kesehatan Kota Cilegon terus memperkuat upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui peluncuran Program Kelurahan Siaga TBC di Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Selasa (30/6/2026). Program ini menjadi strategi berbasis pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan deteksi dini, mempercepat penemuan kasus, serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Ratih Purnamasari, menegaskan bahwa TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan secara terpadu. Menurutnya, percepatan eliminasi TBC tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, melainkan membutuhkan komitmen seluruh elemen masyarakat.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“TBC masih menjadi tantangan kesehatan yang harus kita hadapi bersama. Percepatan eliminasi TBC tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja, tetapi memerlukan komitmen dan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat kelurahan. Melalui Kelurahan Siaga TBC, kami ingin memperkuat upaya penemuan kasus, pencegahan penularan, serta pemberdayaan masyarakat agar lebih aktif dalam pengendalian TBC,” ujar drg. Ratih.

Ia menjelaskan, Program Kelurahan Siaga TBC dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, puskesmas, kader kesehatan, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga masyarakat umum dalam mempercepat pengendalian penyakit menular tersebut.

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Cilegon, capaian penemuan kasus TBC terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023 ditemukan sebanyak 1.720 kasus, meningkat menjadi 1.974 kasus pada 2024, dan mencapai 2.008 kasus sepanjang 2025. Hingga pertengahan Juni 2026, jumlah kasus yang berhasil ditemukan telah mencapai 816 kasus.

Drg. Ratih menegaskan bahwa meningkatnya jumlah kasus yang ditemukan bukan berarti angka penyebaran penyakit semakin tinggi, melainkan menunjukkan semakin optimalnya sistem penemuan kasus secara aktif yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Semakin banyak kasus ditemukan sejak dini, maka pasien dapat segera mendapatkan pengobatan sesuai standar. Hal ini menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan sekaligus meningkatkan angka kesembuhan,” jelasnya.

Prestasi Kota Cilegon dalam pengendalian TBC juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Saat ini Kota Cilegon masuk dalam 10 besar daerah dengan capaian penemuan kasus TBC terbaik di Indonesia.

“Keberhasilan penemuan kasus TBC di Kota Cilegon terus menunjukkan hasil yang baik. Saat ini kami berhasil masuk dalam 10 besar daerah dengan capaian penemuan kasus TBC terbaik di Indonesia. Dari seluruh kasus yang ditemukan, sekitar 80 persen merupakan warga Kota Cilegon, sementara 20 persen lainnya berasal dari luar daerah yang memanfaatkan layanan kesehatan di Kota Cilegon,” ungkapnya.

Lebih lanjut, drg. Ratih mengingatkan bahwa seorang penderita TBC yang tidak menjalani pengobatan hingga tuntas berpotensi menularkan penyakit kepada sekitar 15 orang. Oleh karena itu, kepatuhan pasien menjalani terapi minimal selama enam bulan menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai penularan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada penderita TBC. Menurutnya, dukungan keluarga dan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pengobatan pasien.

“Kick off ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen dan kerja bersama. Keberhasilan Kelurahan Siaga TBC bergantung pada kolaborasi pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, kader, dan seluruh masyarakat dalam mewujudkan Kota Cilegon yang bebas TBC,” tegasnya.

Melalui Program Kelurahan Siaga TBC, Dinas Kesehatan Kota Cilegon berharap kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini, kepatuhan menjalani pengobatan, serta upaya pencegahan penularan terus meningkat. Dengan sinergi seluruh pihak, target eliminasi TBC pada tahun 2030 diharapkan dapat tercapai, sekaligus mewujudkan masyarakat Kota Cilegon yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari tuberkulosis. (Zain/red).

Example 120x600