Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaPemerintahPemkot Cilegon

Musrenbangkel Randakari Bahas Infrastruktur, UMKM, dan Dampak Banjir, Usulan Capai Rp9 Miliar

×

Musrenbangkel Randakari Bahas Infrastruktur, UMKM, dan Dampak Banjir, Usulan Capai Rp9 Miliar

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM — Pemerintah Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan Agus Aryadi, Kota Cilegon, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel), Rabu (28/1/2026),

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

guna menyerap aspirasi masyarakat dalam menyusun program pembangunan tahun anggaran mendatang. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh ketua RT dan RW, unsur kecamatan, perwakilan Bappeda, Kotaku, serta aparatur kelurahan.

Musrenbangkel dipimpin langsung oleh Lurah Randakari, Khaerul Amri S.ag didampingi Sekretaris Kelurahan (Seklur) Muhlisin.

Hadir pula perwakilan BPK Camat Cilegon ,Bappeda Kota Cilegon, pihak Kotaku, Kecamatan Cibeber, serta anggota DPRD Kota Cilegon daerah pemilihan setempat yang turut memberikan perhatian terhadap aspirasi warga.

Kegiatan ini membahas berbagai usulan pembangunan prioritas dari masyarakat, khususnya terkait perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, tembok penahan tanah (TPT), penerangan jalan umum (PJU), serta penguatan sektor UMKM. Usulan tersebut disampaikan secara lengkap oleh para ketua RT dengan dilengkapi data lapangan dan dokumentasi kondisi wilayah.

Musrenbangkel dilaksanakan di wilayah Kelurahan Randakari, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, sebagai forum resmi tahunan untuk menyusun rencana pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan.

Kegiatan berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026, dan menjadi bagian dari tahapan perencanaan pembangunan daerah Kota Cilegon tahun berikutnya.

Musrenbangkel digelar untuk menindaklanjuti kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, khususnya pascabencana banjir yang terjadi sebelumnya dan berdampak pada kerusakan infrastruktur lingkungan.

Selain itu, forum ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan program kelurahan dengan visi dan misi Wali Kota Cilegon, terutama dalam meningkatkan konektivitas wilayah, kenyamanan lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

Lurah Randakari, Heru, mengatakan bahwa pihaknya bersyukur karena seluruh ketua RT dan RW hadir serta aktif menyampaikan aspirasi warganya.

“Alhamdulillah hari ini Kelurahan Randakari melaksanakan Musrenbangkel dengan kehadiran seluruh RT dan RW.

Mereka menyampaikan usulan berdasarkan kondisi riil di lapangan, lengkap dengan data dan foto, seperti TPT yang rusak, drainase yang tidak berfungsi, serta jalan lingkungan yang perlu segera diperbaiki,” ujar Heru.

Ia menambahkan, Randakari memiliki 28 RT dan 5 RW, dan seluruh wilayah tersebut mengajukan usulan pembangunan, khususnya untuk lingkungan yang belum memiliki fasilitas paving block, drainase, maupun sarana pendukung lainnya.

“Harapannya semua wilayah bisa tersentuh pembangunan, terutama yang selama ini belum terbangun,” katanya.

Dalam forum tersebut, setiap RT menyampaikan usulan skala prioritas yang kemudian dibahas bersama untuk disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah dan kebijakan pembangunan kota.

Berdasarkan hasil sementara, estimasi kebutuhan anggaran dari seluruh usulan warga mencapai sekitar Rp9 miliar, meskipun nilai final masih menunggu penetapan melalui tahapan perencanaan di tingkat kota.

Sekretaris Kelurahan Randakari, Muhlisin, menjelaskan bahwa sekitar 40 persen alokasi anggaran kelurahan akan difokuskan untuk usulan RT yang bersifat mendesak, khususnya yang terdampak banjir.

“Skala prioritas kita adalah wilayah yang terdampak banjir kemarin, seperti TPT, drainase, dan akses jalan. Ini yang paling urgent karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Musrenbangkel juga menyoroti penguatan UMKM sebagai bagian dari strategi peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurut Heru, pembangunan jalan lingkungan dan sarana pendukung lainnya akan membuka akses distribusi usaha warga sehingga roda ekonomi dapat bergerak lebih lancar.

“Kalau jalannya bagus, insyaallah ekonomi masyarakat juga akan lancar, UMKM bisa berkembang,” tuturnya.

Pihak kelurahan juga berharap dukungan dari anggota DPRD daerah pemilihan setempat agar usulan yang telah disepakati dapat masuk dalam prioritas pembangunan kota.

Salah satu anggota DPRD, Hidayatullah dari Partai Golkar, meskipun berhalangan hadir karena agenda lain, telah mengonfirmasi dukungan dan meminta laporan hasil Musrenbangkel.

Dengan digelarnya Musrenbangkel ini, Pemerintah Kelurahan Randakari berharap seluruh usulan prioritas masyarakat dapat segera direalisasikan secara bertahap, sehingga kualitas infrastruktur lingkungan meningkat, risiko banjir dapat diminimalkan, serta kesejahteraan masyarakat melalui UMKM dapat terus didorong secara berkelanjutan.

Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi

Example 120x600