CILEGON, JURNALKUHP.COM – Industri Kecil dan Menengah (IKM) logam di Kota Cilegon dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah. Namun, keberlanjutan pertumbuhan sektor tersebut sangat bergantung pada kepastian akses terhadap bahan baku baja sebagai komponen utama proses produksi.
Hal itu disampaikan Ketua IKM Logam Cilegon-Banten, M. Ibrohim Aswadi, dalam diskusi bersama para pelaku IKM logam di Kota Cilegon, Senin, (3/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa penguatan mata rantai pasok bahan baku dari PT Krakatau Steel menjadi faktor strategis dalam meningkatkan daya saing industri logam lokal.
Menurut Ibrohim, para pelaku IKM logam di Cilegon selama ini telah membuktikan kemampuan mereka dalam menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan sektor industri maupun pertanian. Produk yang dihasilkan antara lain alat-alat pertanian, container office, roda gerbang, catok roda gerbang, rel Henderson, hingga berbagai komponen logam lainnya.
Ia menjelaskan, kualitas sumber daya manusia dan pengalaman para pelaku usaha lokal tidak perlu diragukan. Tantangan utama yang masih dihadapi adalah keterbatasan akses terhadap bahan baku yang berkesinambungan.
“IKM logam di Cilegon memiliki kemampuan, pengalaman, dan sumber daya manusia yang siap berkembang. Tantangan terbesar kami adalah akses terhadap bahan baku. Apabila mata rantai pasok dari PT Krakatau Steel dapat diperkuat, maka kami mampu meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja baru, dan menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional,” ujar M. Ibrohim Aswadi.
Cilegon Dinilai Memiliki Keunggulan Industri
Sebagai kota industri baja, Cilegon dinilai memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia. Keberadaan PT Krakatau Steel sebagai produsen baja nasional membuka peluang besar untuk membangun ekosistem industri yang terintegrasi antara sektor hulu dan hilir.
Ibrohim berharap hubungan kemitraan antara PT Krakatau Steel dengan pelaku IKM dapat terus diperkuat melalui mekanisme distribusi bahan baku yang lebih mudah diakses, berkelanjutan, transparan, dan berkeadilan.
Menurutnya, apabila kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi secara optimal, maka IKM logam tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperluas investasi, membuka lapangan pekerjaan baru, dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Dukung Hilirisasi dan Produk Dalam Negeri
Lebih lanjut, Ibrohim menilai bahwa penguatan sektor IKM logam sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).
Dengan berkembangnya industri logam lokal, nilai tambah dari hasil produksi baja nasional dapat semakin dirasakan oleh masyarakat melalui tumbuhnya industri manufaktur skala kecil dan menengah yang mampu menghasilkan produk berkualitas.
Selain memperkuat daya saing industri nasional, keberhasilan IKM logam juga diharapkan mampu menciptakan pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bertambahnya kesempatan kerja.
Dorong Sinergi Industri Hulu dan Hilir
Di akhir penyampaiannya, M. Ibrohim Aswadi mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, PT Krakatau Steel maupun pelaku usaha, untuk membangun sinergi yang lebih kuat dalam menciptakan rantai industri logam yang sehat dan berkelanjutan.
Ia optimistis, dengan kolaborasi yang baik, IKM logam Cilegon akan mampu berkembang menjadi industri yang mandiri, berdaya saing tinggi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi Kota Cilegon maupun industri manufaktur nasional.
“Kolaborasi yang kuat antara industri hulu dan hilir akan menjadi fondasi penting bagi kemajuan IKM logam Cilegon. Kami optimistis, apabila akses bahan baku semakin terbuka, pelaku IKM mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih luas,” tutupnya. (Zain/red).





















