CILEGON, JURNALKUHP.COM — Lurah Karangasem, H. Safiudin, S.Ag., MM, memaparkan capaian kinerja Pemerintah Kelurahan Karangasem sepanjang tahun 2025 dalam sesi wawancara podcast bersama Jurnal KUHP yang berlangsung di wilayah Cilegon.
Dalam wawancara podcast tersebut, Safiudin menjelaskan bahwa Karangasem merupakan wilayah dengan karakteristik khusus karena berada di perbatasan kawasan perkotaan dan perkampungan.
Perpaduan dua karakter wilayah itu membuat kondisi sosial masyarakat sangat beragam, namun tetap berjalan damai, rukun, dan kondusif sepanjang tahun 2025.
Kelurahan Karangasem saat ini dihuni sekitar 13.400 jiwa dengan hampir 5.000 kepala keluarga yang tersebar di 32 RT dan 7 RW. Ia menyebut stabilitas sosial menjadi kekuatan utama wilayahnya, karena masyarakat mampu menjaga toleransi dan kebersamaan meski memiliki latar belakang ekonomi berbeda.
“Karangasem ini wilayah perbatasan antara perkotaan dan perkampungan, maka pendekatan pembangunan juga harus seimbang baik dari sisi sosial, ekonomi maupun lingkungan,” ujarnya.
Dari sisi sosial keagamaan, Karangasem memiliki fasilitas ibadah yang cukup memadai, terdiri dari 9 masjid, 14 mushola, serta sekitar 9 pondok pesantren. Keberadaan sarana tersebut dinilai berperan besar dalam menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antarwarga.
Pada sektor pendidikan, fasilitas belajar tergolong lengkap mulai dari 8 taman kanak-kanak, 6 sekolah dasar negeri, 4 SMP, hingga 3 SMA. Mayoritas masyarakat Karangasem rata-rata menempuh pendidikan hingga tingkat SMA, sementara lulusan sarjana masih relatif terbatas dan terus didorong meningkat melalui motivasi pendidikan bagi generasi muda.
Sementara dari sisi ekonomi, masyarakat Karangasem mayoritas bekerja sebagai pedagang, buruh harian lepas, dan wirausaha kecil, sedangkan jumlah aparatur sipil negara relatif sedikit. Meski sebagian besar warga telah memiliki pekerjaan, masih terdapat sekitar 400 kepala keluarga tergolong kurang mampu.
Menurut Safiudin, upaya pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah kelurahan, melainkan harus melibatkan berbagai pihak.
“Tanpa kolaborasi dengan industri dan pemangku kepentingan, pengentasan kemiskinan tidak akan maksimal,” jelasnya.
Pada bidang kesehatan, pemerintah kelurahan terus mengedepankan pendekatan lingkungan sehat berbasis masyarakat melalui peningkatan kesadaran hidup bersih serta pelayanan kesehatan dasar. Program kesehatan difokuskan pada pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan peningkatan kualitas hidup warga, seiring karakter wilayah yang merupakan campuran pemukiman padat kota dan kampung.
Ke depan, Pemerintah Kelurahan Karangasem tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami ingin Karangasem tetap rukun, maju dan sejahtera. Kuncinya kolaborasi semua pihak,” tutup Safiudin.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi





















